Tim PKM Fakultas Kedokteran Unsrat Manado Gelar Pelatihan Pembuatan Snack Bar Tempe dalam Upaya Penanggulangan Anemia Remaja Putri

Penulis: Utami Sasmita Lestari

Tim PKM Fakultas Kedokteran Unsrat Manado Gelar Pelatihan Pembuatan Snack Bar Tempe dalam Upaya Penanggulangan Anemia Remaja Putri

MANADO, aksaranews.comFakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan pembuatan snack bar tempe dalam upaya penanggulangan anemia remaja putri di MTS Assalam dan MTS Darul Istiqamah Manado.

Kegiatan PKM ini terdiri dari dua kegiatan utama yakni edukasi terkait anemia yang sering terjadi pada santriwati dan pentingnya pemenuhan zat gizi pada santriwati, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan pembuatan snack bar tempe pada kelompok guru madrasah.

Anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat tidak hanya di negara maju, tetapi utamanya di negara-negara berkembang yang dapat menyerang kelompok rentan termasuk remaja. Anemia adalah suatu kondisi dimana jumlah sel darah merah/hemoglobin (Hb) dalam darah yang kurang dari normal, yaitu pada wanita/usia remaja (<12gr/dL).

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi anemia pada remaja putri yaitu dengan memperhatikan kandungan gizi dari makanan yang dimakan setiap hari. Umumnya remaja gemar ‘snacking’. Camilan yang dikonsumsi remaja umumnya tidak sehat sehingga perlu dibuat suatu inovasi camilan tinggi zat gizi yaitu snack bar tempe.

Indonesia merupakan negara produsen tempe terbesar di dunia. Tempe memiliki kandungan zat gizi tinggi seperti banyak mengandung zat besi, flavonoid yang bersifat antioksidan, tinggi kalsium, protein, asam folat, vitamin B12 dan tidak mengandung kolesterol. Tempe merupakan satu-satunya sumber nabati yang memiliki kandungan B12, dimana kandungan ini hanya dimiliki oleh produk hewani, sehingga tempe memiliki potensial yang lebih baik dibandingkan produk nabati lainnya.

Snack bar tempe ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan zat gizi utamanya zat besi pada remaja putri sebagai bentuk upaya penanggulangan anemia pada remaja putri. Guru-guru madrasah mendapatkan pengetahuan baru tentang potensi tempe yang kaya akan zat gizi untuk menambah sel darah merah. Selain itu baik dikonsumsi kapanpun dengan cara penyajian yang bervariasi, harga nya yang terjangkau dan mudah ditemukan di pasar atau disekitar rumah.

Selama kegiatan berlangsung, kelompok guru madrasah aktif dan antusias dalam sesi pelatihan yang dibimbing langsung oleh tim PKM FK Unsrat. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberi rekomendasi pemanfaatan tempe dalam upaya penanggulangan anemia remaja putri.

Ucapan terimakasih disampaikan kepada Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof. Dr. Ir. Berty Sompie, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) atas dana hibah yang sudah diberikan dalam pelaksanaan kegiatan PKM ini sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Terimakasih juga kepada Dekan Fakultas Kedokteran, Prof. Dr.dr. Nova H Kapantow, DAN, M.Sc, Sp.GK untuk dukungan dan arahannya dalam pelaksanaan PKM ini.

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"