Kasus Tewasnya MHA Mengguncang Nasional, Anggota DPR -RI Rizal Bawazier Mengecam Keras

 

Aksaranews.com, Pemalang,- Kasus meninggalnya MHA ( 8 ) Seorang siswa kelas II SD Negeri Kebondalem 01, Kabupaten Pemalang, yang diduga menjadi korban kekerasan atau Bullying mendapat perhatian serius dari Anggota DPR RI Rizal Bawazier.

Rizal menyampaikan keprihatinannya sekaligus meminta agar kasus tersebut menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan dan pengawasan peserta didik, bukan hanya di Kabupaten Pemalang, tetapi juga di seluruh wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) X Jawa Tengah dan seluruh Indonesia

Saya sangat prihatin dengan kejadian dugaan Bullying ini. Saya harap ini menjadi masalah terakhir yang ada di Dapil X Jateng keseluruhan juga bukan hanya di Pemalang saja tegas Rizal, saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, pada Senin ( 5/10 ).

Rizal Bawazier atau yang biasa disapa RB menegaskan, apabila kembali ditemukan kasus serupa, dirinya akan mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mengambil langkah tegas sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.

Jika ada lagi kasus serupa, saya akan langsung minta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk bertindak. Kalau perlu, pecat saja kepala sekolah dan dinas pendidikan yang bertanggung jawab di daerahnya bila ditemukan permasalahan serupa ujar RB

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya desakan publik agar kasus MHA diusut secara terbuka. Pada Senin (5/10) ratusan warga dan orang tua siswa mendatangi SD Negeri Kebondalem 01 untuk meminta kejelasan mengenai penanganan kasus serta pertanggungjawaban pihak sekolah.

Aksi tersebut menunjukkan besarnya keresahan orang tua terhadap keamanan lingkungan sekolah. Mereka meminta persoalan tidak berhenti pada perdebatan antara keluarga korban dan pihak sekolah, tetapi seluruh rangkaian kejadian ditelusuri secara transparan.

Rizal menilai, perlindungan anak di lingkungan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.
Ini masalah tanggung jawab pendidikan semua, baik pihak sekolah dan dinas pendidikan dan wali murid, untuk menjaga dan mendidik anak-anak didik dengan baik Tegas RB

Ia juga meminta agar proses penanganan kasus dilakukan secara transparan sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Saya harap persoalan tidak berhenti pada perdebatan antara keluarga dan sekolah. Seluruh rangkaian kejadian ditelusuri secara transparan agar fakta dapat diketahui dan lingkungan sekolah kembali aman bagi peserta didik tegasnya.

Lebih lanjut RB menegaskan, bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang yang memberikan rasa aman bagi anak sekaligus ketenangan bagi orang tua.

Saya tegaskan, saya ingin sekolah-sekolah menjadi tempat yang aman bagi semua anak-anak didik dan orang tua wali murid juga nyaman menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut tegasnya.

Terpisah,Plt Bupati Pemalang Nurkholes saat memberikan keterangan di hadapan awak media, seusai gelar Audiensi dengan Perwakilan sejumlah orangtua siswa di Aula SD Kebondalem 01 mengatakan, bahwa dugaan Buliying terhadap Siswa SD akan dibuka secara transparan,

“Dari pagi kita sudah fokus membicarakan masalah Perundungan di tempat apel, kemudian tadi berdiskusi guna melakukan upaya upaya dan evaluasi untuk kemudian menyikapi langkah berikutnya dan pada saat terjadi demo tadi siang, kita minta audensi dari beberapa perwakilan, dari mereka kita dengarkan keinginan mereka bahwa kasus ini akan di usut dengan tuntas dan pemerintah berkomitmen bahwa kita tidak mentoleri Buliying,” tuturnya.

Kasus MHA sendiri masih ditangani aparat penegak hukum. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, pihak sekolah dan orang tua korban. Penyidik masih mendalami seluruh rangkaian kejadian serta menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan fakta hukum kasus tersebut ( Ragil).

NEWSLINE.ID, PEMALANG,-
Kasus meninggalnya MHA ( 8 ) Seorang siswa kelas II SD Negeri Kebondalem 01, Kabupaten Pemalang, yang diduga menjadi korban kekerasan atau Bullying mendapat perhatian serius dari Anggota DPR RI Rizal Bawazier.

Rizal menyampaikan keprihatinannya sekaligus meminta agar kasus tersebut menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan dan pengawasan peserta didik, bukan hanya di Kabupaten Pemalang, tetapi juga di seluruh wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) X Jawa Tengah dan seluruh Indonesia

Saya sangat prihatin dengan kejadian dugaan Bullying ini. Saya harap ini menjadi masalah terakhir yang ada di Dapil X Jateng keseluruhan juga bukan hanya di Pemalang saja tegas Rizal, saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, pada Senin ( 5/10 ).

Rizal Bawazier atau yang biasa disapa RB menegaskan, apabila kembali ditemukan kasus serupa, dirinya akan mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mengambil langkah tegas sesuai hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku.

Jika ada lagi kasus serupa, saya akan langsung minta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk bertindak. Kalau perlu, pecat saja kepala sekolah dan dinas pendidikan yang bertanggung jawab di daerahnya bila ditemukan permasalahan serupa ujar RB

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya desakan publik agar kasus MHA diusut secara terbuka. Pada Senin (5/10) ratusan warga dan orang tua siswa mendatangi SD Negeri Kebondalem 01 untuk meminta kejelasan mengenai penanganan kasus serta pertanggungjawaban pihak sekolah.

Aksi tersebut menunjukkan besarnya keresahan orang tua terhadap keamanan lingkungan sekolah. Mereka meminta persoalan tidak berhenti pada perdebatan antara keluarga korban dan pihak sekolah, tetapi seluruh rangkaian kejadian ditelusuri secara transparan.

Rizal menilai, perlindungan anak di lingkungan pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.
Ini masalah tanggung jawab pendidikan semua, baik pihak sekolah dan dinas pendidikan dan wali murid, untuk menjaga dan mendidik anak-anak didik dengan baik Tegas RB

Ia juga meminta agar proses penanganan kasus dilakukan secara transparan sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Saya harap persoalan tidak berhenti pada perdebatan antara keluarga dan sekolah. Seluruh rangkaian kejadian ditelusuri secara transparan agar fakta dapat diketahui dan lingkungan sekolah kembali aman bagi peserta didik tegasnya.

Lebih lanjut RB menegaskan, bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang yang memberikan rasa aman bagi anak sekaligus ketenangan bagi orang tua.

Saya tegaskan, saya ingin sekolah-sekolah menjadi tempat yang aman bagi semua anak-anak didik dan orang tua wali murid juga nyaman menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut tegasnya.

Terpisah,Plt Bupati Pemalang Nurkholes saat memberikan keterangan di hadapan awak media, seusai gelar Audiensi dengan Perwakilan sejumlah orangtua siswa di Aula SD Kebondalem 01 mengatakan, bahwa dugaan Buliying terhadap Siswa SD akan dibuka secara transparan,

“Dari pagi kita sudah fokus membicarakan masalah Perundungan di tempat apel, kemudian tadi berdiskusi guna melakukan upaya upaya dan evaluasi untuk kemudian menyikapi langkah berikutnya dan pada saat terjadi demo tadi siang, kita minta audensi dari beberapa perwakilan, dari mereka kita dengarkan keinginan mereka bahwa kasus ini akan di usut dengan tuntas dan pemerintah berkomitmen bahwa kita tidak mentolerir Buliying,” tuturnya.

Kasus MHA sendiri masih ditangani aparat penegak hukum. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, pihak sekolah dan orang tua korban. Penyidik masih mendalami seluruh rangkaian kejadian serta menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan fakta hukum kasus tersebut ( Ragil).

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"