Boltim, aksaranews.com – Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, mencatat angka pengangguran di wilayahnya turun secara signifikan.
Dari data terbaru, angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Bantaeng berhasil menekan angka pengangguran dengan total 2,72 persen.
Angka tersebut turun dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang mencapai 4,07 persen dari jumlah penduduk di Bantaeng.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bantaeng, Mushawwir Arman, menjelaskan penyebab turunnya angka pengangguran terbuka ini salah satunya adalah kebangkitan UMKM yang sempat terpuruk akibat dari Pandemi Covid-19.
Disisi lain juga, meningkatkanya sektor pertanian dan UMKM termasuk sektor peternakan dengan berbagai inovasi yang dilakukan untuk membangkitkan hal tersebut.
“Kebangkitan itu juga tidak terlepas dari sektor UMKM di Bantaeng,” kata Plt BPS Bantaeng Mushawwir Arman saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/02/2023).
Mushawwir mengatakan, turunnya angka pengangguran di Kabupaten Bantaeng tidak terlepas dari kerja keras pemerintah daerah.
Menurut dia, selain dari angka pengangguran itu, pemerintah daerah juga memiliki banyak program yang juga berhasil ditekan diantarnya angka Gini Ritio.
“Gini Ritio merupakan suatu data yang menggambarkan pemerataan atau kesenjangan pendapatan antar penduduk. Yang menunjukkan, gambaran kesengajaan antara pendapatan tinggi dan rendah,” tuturnya.
“Hal tersebut, juga dapat dilihat dari pola konsumsi masyarakat Bantaeng. Hingga saat ini, kata Mushawwir angka Gini Ratio di Bantaeng, turun dari angka seblumnya 0,332 persen kini menjadi 0,320 persen,” tambahnya.
Sementara, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Bantaeng, Muhammad Tafsir menyampaikan, bahwa sektor UMKM di Bantaeng kini mengalami peningkatan secara signifikan berkat bantuan modal usaha berbasis dusun dan RW dari pemerintah daerah.
Dari jumlah data yang ada, sebanyak 356 dusun yang tersebar di beberapa wilayah dusun di Bantaeng yang dapat sentuhan bantuan modal usaha tersebut.
“Jadi total penerima bantuan modal usaha ini sudah menyentuh 403 pengusaha kecil. Itu sudah tersebar dari 356 dusun yang ada di Bantaeng,” terangnya.
Diketahui, Kabupaten Bantaeng saat ini memiliki 390 dusun dan RW. Jadi dari total 390 dusun dan RW masih ada sekitar 34 yang belum tersentuh bantuan modal usaha tersebut.
Meski begitu, pemerintah daerah akan berupaya semaksimal mungkin, untuk memberikan bantuan model usaha Kepada pengusa kecil dan menengah dari 34 dusun dan RW itu. (*)
Pewarta: Ramil │ Editor: Redaksi













