Yogyakarta, aksaranews.com – Bogani Fest 2024 kembali menyajikan gemerlapnya dalam pagelaran budaya Bolaang Mongondow yang dilaksanakan di Asrama Bogani dan Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Acara ini berhasil mempersembahkan keindahan warisan budaya daerah melalui pertunjukan tarian, sastra, musik dan adat Mongondow dikemas dalam 1 rangkaian pentas yang luar biasa menggugah hati.
Dengan tema “Budaya Dalam Identitas Keboganian” Bogani Fest 2024 diselenggarakan selama empat hari sejak tanggal 13-16 januari 2024, yang dipersembahkan untuk pemanfaatan dan pengembangan kebudyaan.

Ketua Pelaksana Bogani Fest 2024, Aditiya Syamsul menyampaikan, bahwa tema yang diangkat yaitu dari karakteristik Bogani (Julukan seorang pemimpin/pahlawan Bolaang Mongondow pada masa lalu).
Karakter seorang Bogani berupa Mokodotol (gagah dan berani), Mokodia (Amanah dan mampu membawa kejalan yang lebih baik), serta Mokorakup (marangkul dan mayatukan).
“Saya berharap dengan kegiatan ini bisa membawa nama Bolaang Mongondow dengan berbagai adat yang dan etnis budaya yang beragam akan lebih di kenal dalam skala Nasional dan semoga Kegiatan Bogani Fest ini memberikan manfaat yang baik untuk orang banyak terutama kepada kita masyarakat bolaang mongondowm” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Bolaang Mongondow Raya (KPMIBMR) Cabang Yogyakarta, Reza Aditia Lantong menyampaikan, Bogani Fest adalah Program Kerja KPMIBMR Cabang Yogyakarta.

Program tersebut dalam bentuk pagelaran seni budaya Bolaang Mongondow dengan menampilkan berbagai Budaya, Adat dan Kesenian Suku Mongondow (Daerah Bolaang Mongondow Raya).
Bogani Fest yang ketiga kalinya diselengarakan setelah sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2022 dan 2023 ini, digelar dengan berbagai rangkaian kegiatan yang salah satunya adalah budaya orang mongondow ketika membuat acara/hajatan yaitu “Malam Bakupas”.
“Sebagai Mahasiswa-Mahasiswi yang kuliah di Jogja dan terhimpun dalam KPMIBMR Cabang Jogja, Kami sangat bangga sekaligus senang bisa melaksanakan kegiatan ini selama 3 tahun berturut-turut dengan dihadiri beragam suku dari seluruh Indonesia yang ada di Jogja hadir dan menyaksikan penampilan-penampilan luar biasa dari putra-putri Bolaang Mongondow Raya,” ujarnya.
Lebih lanjut, sebagai generasi muda tentunya kami juga memiliki keinginan untuk ambil bagian dalam upaya melestarikan budaya daerah oleh sebab itu Bogani Fest menjadi event yang wajib kita perhatikan terlebih dilaksanakan di Jogja yang identik dengan budaya dan pariwisatanya Terlepas dari kemeriahan acara ini tak luput juga dari berbagai kendala dalam proses pelaksanaannya.

Salah satunya kendala yang cukup berpengaruh adalah Sumber Anggaran yang kurang dan mengharuskan kami berusaha lebih ekstra lagi.
“Sebagai Ketua Umum saya berharap untuk kedepannya KPMIBMR Semakin mendapatkan dukungan untuk melaksanakan kegiatan Bogani Fest ini, Semoga seluruh masyarakat se-BMR, Pemerintah Kabupaten/Kota di BMR, PemProv Sulut, dan juga pihak lainnya terus mendukung dan memperhatikan semangat Kami terhadap pelestarian Budaya Bolaang Mongondow di tanah Istimewa Yogyakarta dan dimanapun berada,” pungkasnya.













