Newyork, aksaranews.com — Zohran Kwame Mamdani mencatat sejarah baru di Amerika Serikat.
Politisi progresif kelahiran Kampala, Uganda, itu menjadi Muslim pertama yang terpilih memimpin New York City, salah satu kota paling berpengaruh di dunia.
Perjalanan itu dimulai ketika ia pindah ke Amerika Serikat pada usia remaja dan menempuh studi Africana Studies di Bowdoin College.
Karier politik Mamdani mulai menanjak pada 2021 saat ia terpilih sebagai anggota New York State Assembly untuk Distrik 36 di Queens.
Ia dikenal dekat dengan komunitas akar rumput dan aktif menyuarakan isu keadilan sosial, terutama mengenai perumahan terjangkau dan akses transportasi publik.
Identitasnya sebagai sosialis demokratis membuatnya tampil berbeda dibanding politisi arus utama.
Dalam pencalonannya sebagai wali kota, Mamdani membawa agenda ambisius: bus kota gratis, pengendalian sewa yang lebih ketat, dan pajak lebih tinggi bagi korporasi serta individu berpenghasilan tinggi.
Visi pemerataan itu ia tegaskan dalam sebuah pernyataan, “Saya tidak berpikir kita harus memiliki miliuner.”
Kemenangan Mamdani menandai bergesernya lanskap politik New York.
Zohran menjadi simbol representasi baru—seorang imigran, Muslim, dan aktivis yang naik dari komunitas Astoria untuk memimpin kota berpenduduk lebih dari delapan juta jiwa.
Tantangan besar menanti: memenuhi janji kampanye, menjaga stabilitas ekonomi kota, dan memastikan kebijakan progresifnya dapat diterima publik luas.
Namun, perjalanan hidupnya menunjukkan satu hal—keberagaman dan kerja komunitas dapat membuka jalan menuju perubahan nyata.











