Ayatollah Ali Khamenei tolak seruan Donald Trump untuk menyerah

FILE PHOTO: Iran's Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei speaks during a meeting with a group of students in Tehran, Iran November 2, 2022. Office of the Iranian Supreme Leader/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY/File Photo

Hindustan, aksaranews.comPemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menolak tegas seruan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar Iran “menyerah tanpa syarat” di tengah memanasnya konflik Iran-Israel.

Ayatollah juga memperingatkan bahwa campur tangan militer AS dalam konflik tersebut akan menimbulkan “kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.”

Pernyataan ini disampaikan dalam pidato Khamenei yang disiarkan secara langsung di televisi nasional, menjadi penampilan publik keduanya sejak serangan Israel terhadap Iran dimulai pekan lalu.

Pidatonya juga muncul di tengah laporan bahwa Khamenei telah menyerahkan kekuasaan utama kepada dewan militer tertinggi dan berlindung di bunker bawah tanah bersama keluarga dekatnya.

“Orang-orang cerdas yang mengenal Iran, negara dan sejarah Iran, tidak akan pernah berbicara kepada negara ini dalam bahasa ancaman, karena negara Iran tidak dapat menyerah,” ujar Khamenei dalam pidatonya, seperti dikutip Hindustan Times.

Ia menegaskan bahwa bahasa ancaman tidak akan mempan terhadap bangsa Iran, yang menurutnya memiliki sejarah panjang dalam mempertahankan kedaulatan dan kehormatan nasional.

Dalam pernyataan yang sama, ia mengingatkan bahwa setiap bentuk keterlibatan militer Amerika Serikat akan membawa konsekuensi serius.

“Amerika harus tahu bahwa setiap intervensi militer AS niscaya akan disertai dengan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki,” tegasnya.

Pidato Khamenei ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan regional dan laporan intelijen yang menyebutkan bahwa Amerika Serikat tengah mempersiapkan opsi serangan terhadap Iran.

Laporan tersebut juga menyebut bahwa serangan militer AS dapat terjadi pada akhir pekan ini.

Ketegangan antara Iran dan Israel kian meningkat sejak serangan udara dan rudal dari kedua pihak saling dilancarkan.

Di sisi lain, laporan mengenai pemindahan Khamenei ke bunker bawah tanah dan penyerahan otoritas kepada militer semakin memicu spekulasi mengenai eskalasi konflik.

Masyarakat internasional kini mengamati dengan saksama perkembangan situasi di Timur Tengah, dengan kekhawatiran bahwa konflik bisa meluas dan menyeret kekuatan global, termasuk Amerika Serikat, ke dalam medan pertempuran terbuka.

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"