Manado, Aksaranews.com— Konflik internal terjadi di kubu partai Demokrat Sulut jelang Pemilihan Wali Kota Manado / Wakil Wali Kota Manado pada 9 Desember 2020 nanti.
Salah satu konflik tersebut adalah pergantian struktur kepengurusan di tubuh DPD Partai Demokrat Sulut yang dipimpin oleh Plt Ketua Mor Dominus Bastiaan.
MDB sapaan akrab dari Mor Bastiaan menggunakan kewenangan nya untuk melakukan perombakan di tubuh struktur organisasi Partai Demokrat Sulut dengan menggantikan beberapa nama pengurus yang ada seperti salah satunya adalah Ketua Bapilu Demokrat Sulut yaitu, Dharmawati Dareho yang digantikan oleh Alm Herry Kereh.
Dareho menilai, pergantian yang dilakukan oleh MDB sangatlah memiriskan, karena beliau menggunakan tangan besinya untuk menyingkirkan kader – kader yang tidak sejalan dengannya.
“Ini sebuah tindakan yang sangat semena mena, seharusnya MDB disaat sekarang harus merangkul kader – kader bukan malah sebaliknya, yang tidak sejalan malah di pangkas dan dibiarkan,” ucap Dharmawati Dareho dikediamannya, jln TNI, Kecamatan, Tikala, Manado, 1/12/2020).
Dareho mengatakan, dirinya tidak menerima tindakan yang semena mena dan otoriter yang dilakukan oleh ketua Plt DPD Demokrat Sulut yakni, Mor Bastiaan yang mengeluarkannya dan beberapa kader potensial lainya seperti, James Karinda, Johni Sumual, Nova Marwin, serta Vivi Sumajow. Dirinya juga menambahkan bahwa, alasan terutama Ia keluar karena Partai Demokrat tidak pro rakyat karena tidak membahas APBDP 2020 yang di masukan oleh Pemkot Manado, dan Demokrat telah mencederai hak asasi manusia dengan mengusulkan PAW secara sepihak dan semena – mena.
“Tentunya kami kader Demokrat sangat kecewa dengan tindakan tangan besi yang dilakukan oleh Plt Ketua DPD Demokrat Sulut yang semena mena, Beliaumenghalalkan segala cara untuk menyingkirkan orang yang tidak sejalan dengannya, sampai – sampai kepentingan rakyat dilupakan,” tutur Dareho.
Usai menceritakan keluh kesahnya, Dareho dengan penuh keyakinan dan kesadaran penuh menanggalkan jaket kebesaran dari Partai Demokrat dan mengajak kontituennya di Dapil Tuminting, Bunakan, Bunaken Kepulauan yang total mencapai 1400 suara untuk tetap bersama dia dan mengikuti langkahnya.
“Hari ini dengan penuh kesadaran secara resmi saya keluar dari Demokrat dengan menanggalkan jaket kebesaran dari Partai Demokrat. Untuk para konstituen saya, marilah kedepan untuk menghadapi Pilwako 2020 kota Manado, mari kita pilih pemimpin yang benar – benar pro rakyat peduli kepada rakyat,” ajak Dareho.
Pewarta: Dimas | Editor: Redaksi













