Nama Putra BMR Hilang di Jajaran Komisaris Bank SulutGo

Manado, aksaranews.comDaftar penetapan pengurus Dewan Komisaris dan Direksi Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) periode 10 Februari 2026 hingga 10 Februari 2031 beredar luas di sejumlah grup WhatsApp.

Dalam daftar tersebut, tidak lagi tercantum nama Sam Sachrul Mamonto, salah satu putra daerah Bolaang Mongondow Raya (BMR), yang sebelumnya dikenal berada di jajaran komisaris Bank SulutGo.

Berdasarkan dokumen yang beredar, susunan Dewan Komisaris Bank SulutGo periode 2026–2031 sebagai berikut:

Komisaris Utama (Independen): Godbless Sofcar Vicky Lumentut
Komisaris Independen: Jacklien Koloay
Komisaris Independen: Rania Riris Ismail
Komisaris Independen: Djafar Alkatiri
Komisaris: Diane ND
Komisaris: Max Kembuan

Sementara susunan Direksi Bank SulutGo terdiri atas:

Direktur Utama: Maudy R. Pepah
Direktur Kepatuhan: Mutesa Holdin
Direktur Umum: Joubert R.J. Dondokambey
Direktur Operasional: Louisa Parengkuan
Direktur Dana dan Tresuri: Rudiyanto Katili
Direktur Kredit: Esther Rampengan

Hilangnya nama putra daerah BMR tersebut memunculkan tanda tanya di kalangan masyarakat.

Publik mempertanyakan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terhadap representasi daerah Bolaang Mongondow Raya, mengingat wilayah ini menjadi salah satu penyumbang suara signifikan pada Pilkada 2024 lalu.

Yulius Selvanus

Menanggapi dinamika tersebut, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menjelaskan bahwa agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank SulutGo tahun ini memiliki dua fokus utama.

“Kesepakatan walaupun penambahan personil tetap penganggarannya tidak berubah, kalau 5 yang lalu dengan anggaran 6 orang sekarang nilainya sama, tidak ada masalah soal penggajian,” ujar Yulius.

Ia menyebutkan, agenda pertama RUPS adalah evaluasi kinerja jajaran pengurus lama, termasuk capaian pendapatan. Agenda kedua, RUPS Luar Biasa memutuskan adanya penambahan satu direksi dan satu komisaris dalam struktur pengurus Bank SulutGo tahun 2026.

Selain itu, Yulius menegaskan bahwa telah disepakati adanya kewenangan bagi pemegang saham di kabupaten dan kota. Menurutnya, masing-masing daerah memiliki hak mengelola dan mendorong kemajuan cabang Bank SulutGo di wilayahnya.

“Kita sepakat pemegang saham di daerah juga punya kewenangan mengatur keuangan dan kemajuan BSG yang ada di wilayah masing-masing,” katanya.

Gubernur juga menyampaikan target kinerja bagi jajaran komisaris dan direksi baru. Ia optimistis capaian laba Bank SulutGo pada 2026 dapat meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.

“Mudah-mudahan dengan semangat baru ini sepertinya bisa tercapai,” ujarnya, seraya menargetkan laba 2026 sebesar Rp 500 miliar, setelah pada 2025 berhasil mencapai Rp 400 miliar.

Upaya konfirmasi kepada Sam Sachrul Mamonto telah dilakukan. Namun hingga berita ini diturunkan, mantan Bupati Bolaang Mongondow Timur tersebut belum memberikan tanggapan karena nomor yang dihubungi dalam keadaan tidak aktif.

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"