Bantaeng, aksaranews.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama warga Papanloe Kecamatan Pa’jukukang, Bantaeng, dengan Pemuda Lira, serta pihak PT Huadi Neckel Alloy Bantaeng, Kamis (10/08/2023).
RDP dipimpin langsung H. Yusuf yang merupakan anggota DPRD Bantaeng, beserta anggota lainnya.
Turut hadir juga, pihak Manager Operasional PT Basic (Perseroda), Ansar,SE dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Bantaeng, Andi Irvandi serta Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah, Muhammad Azwar, S.H.
RDP tersebut, menyusul adanya gejolak dalam proses rekrutmen tenaga kerja di PT HNA Bantaeng.
Sehingga, membuat masyarakat Papanloe dan sekitarnya, geram dan merasa terzolimi dalam proses rekrutmen tersebut.
Parahnya lagi, banyak warga yang terdampak disekitar perusahaan itu tidak lolos, padahal sudah ada komitmen sebelumnya 70 persen warga lokal setiap ada rekrutmen diutamakan, 30 persen luar Bantaeng.
Namun, kenyataannya tidak seperti itu. Bahkan lebih banyak yang lolos di luar Bantaeng dan bahkan banyak yang lolos tanpa test.
Atas dasar itu, Yusdar Hakim selaku Ketua Pemuda Lira Bantaeng, bersama warga Papanloe dan sekitarnya, mengaku kecewa lantaran yang mempunyai wewenang untuk menyampaikan kebijakan dan solusi saat RDP malah tidak hadir meskipun sudah diundang oleh pihak DPRD Bantaeng
Meski begitu, RDP tetap dilanjutkan untuk membahas sejumlah poin penting meski sempat di warnai kekecewaan dari masyarakat Papanloe dan Pemuda Lira.
Lebih lanjut, kata Yusdar bahwa, apa menjadi keresahan masyarakat setempat, harusnya penting untuk diakomodir dengan baik.
Agar masyarakat yang terdampak, di wilayah itu menjadi prioritas dalam rekrutmen tenaga kerja.
“Bukan malah, yang tidak terdampak diloloskan. Apalagi banyak juga yang lolos tanpa tes, kan lucu kalau begitu modelnya,” ungkap Yusdar penuh kesal.
Jadi kami menilai, ada kongkalikong dalam proses rekrutmen tenaga kerja tersebut. Ditambah dengan hadirnya Huadi palsu yang bikin kegaduhan hal tersebut.
Terakhir, ia juga menegaskan, soal keberadaan Huadi Bantaeng Industri Park (HBIP) yang berkaitan dalam aktivitas proses rekrutmen tenaga kerja.
Hal senada, dikatakan salah satu peserta RDP, Restu mengatakan, pihaknya, juga sangat menyayangkan ada metodenya rekrutmen yang tidak profesional terhadap warga terdampak disekitar di perusahaan tersebut.
Anehnya, lagi banyak pendaftar tenaga kerja di perusahaan tersebut, dites di warkop pantai Marina, Desa Baruga Bantaeng. Hal itu dibuktikan dengan pengakuan warga Papanloe.
“Jadi, wajar kalau warga yang ditest di warkop itu, tidak lulus. Karena dari metodenya sudah salah,” beber Restu.
Sementara, itu salah warga setempat, menambahkan bahwa, pihaknya meminta kepada pihak perusahaan agar dapat di atensi dengan baik. Supaya masyarakat Papanloe dan sekitarnya menjadi prioritas dalam rekrutmen tenaga kerja.
“Bukan malah masyarakat, yang tidak terdampak diloloskan,” tegasnya.
Menyikapi hal tersebut, H. Yusuf selaku Anggota DPRD Bantaeng, beserta jajaran, menyebut bahwa dirinya sudah berusaha semaksimal mungkin, untuk menghadirkan pimpinan perusahaan.
“Hanya saja mereka tidak datang. Jadi kami mohon maaf atas itu,” kata H. Yusuf dihadapan peserta RDP.
Kemudian terkait dengan tuntutan masyarakat Papanloe bersama Pemuda Lira, dirinya bersama Anggota DPRD lainnya sudah mendengar penjelasan baik dari perwakilan pihak perusahaan, Persoroda dan pihak pemerintah.
“Meskipun, hari ini belum ada titik terang. Tapi sedikitnya, sudah ada penjelasan dari berbagai tuntutan tersebut,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun jurnalis aksranews.com Rapat Dengar Pendapat (RDP) akan dilanjutkan kembali pada pekan depan, dengan tujuan untuk menemukan titik terang, serta menghadirkan pihak pimpinan PT Huadi Neckel Alloy Bantaeng.













