Bantaeng, aksaranews.com — Penjabat (Pj) Bupati Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Abubakar menyampaikan, bahwa Inflasi merupakan salah satu hal penting yang harus menjadi perhatian bagi pemerintah daerah dalam rangka pengelolaan perekonomian daerah.
Sebab peran pemerintah daerah sangat penting dalam menjaga stabilitas harga, mengingat karateristik inflasi di Indonesia yang masih dipengaruhi oleh gejolak disisi pasokan.
Maka dari itu, pihaknya bersama stakeholder terus mendorong pengendalian inflasi.
“Beragam langkah pun terus dilakukan, salah satunya dengan menyediakan lahan 470 hektare untuk area perkebunan pisang,” kata Pj Bupati saat menghadiri acara Maulid di Masjid Sport Center Bantaeng, Senin (9/10/2023).
Selain itu lanjut Bupati, pihaknya bakal lakukan gebyar pasar murah, hal ini bertujuan sebagai bentuk road to Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi pangan (GNPIP)
Menurutnya, program budidaya pisang ini sudah memiliki sistem yang kuat. Mulai dari pembibitan, tanam dan petik. Semua sudah terukur termasuk pasarnya sudah ada.
Ditambah dengan support Pemerintah Provinsi Sulsel, dengan pembuatan rumpon bagi nelayan di Bantaeng. Sehingga dengan adanya rumpon dan bakau setidaknya, dapat meningkatkan pertumbuhan jumlah ikan tangkap di Bantaeng.
“Supaya para nelayan Bantaeng, nantinya tidak perlu lagi keluar ke daerah lain mencari Ikan,” ujarnya.
“Selain itu, kedepan kita juga akan fokus pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Karena SDM bagian peningkatan kesejahteraan masyarakat Bantaeng,” sambungnya.
Terakhir, ia berharap kepada masyarakat mendukung program ini. Sebab azas manfaatnya selain membudidaya tanaman namun paling utama juga untuk pemenuhan kebutuhan agar tidak tergantung pada pasar.
“Ketika panen, azas manfaatnya selain pemenuhan kebutuhan warga juga lebih pada nilai ekonomis keluarga begitupun juga yang lainnya,” tandasnya.












