Pungli pembuatan SIM terendus, Demisioner Panglima GAM ‘Warning’ Polres Bantaeng

Demisioner Panglima GAM, Muhammad Ilyas. (Aksarnews.com/Muhammad Ramli)

Bantaeng, aksaranews.com — Demisioner Panglima Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM), Muhammad Ilyas, menyatakan, bahwa pihaknya tidak akan membiarkan segala macam praktek pungutan liar (Pungli) oleh seseorang yang mengatas-namakan jabatan dan lembaga dalam bentuk apapun.

Apalagi hal tersebut terjadi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam hal ini Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang memiliki kewenangan terutama pembuatan atau penertbitan Surat Izin Mengemudi (SIM).

Pernyataan ini dia tegaskan menyusul dengan adanya laporan masyarakat yang menyebutkan, bahwa biaya yang dikeluarkan pemohon untuk mendapatkan selembar SIM, melampaui ketentuan yang ada.

“Kejadian seperti ini sangat tidak baik, dan tidak bisa dibiarkan, karena sanat meresahkan masyarakat, meski ini baru sekedar dugaan, apapun alasannya, pungli itu tidak dibenarkan, sebagaimana komitmen Polri untuk memberantas premanisme yang melakukan pungli,” ujar Muhammad Ilyas Kepada Aksaranews.com saat ditemui pada salah satu Cafee di Bantaeng, Rabu (17/08/2022).

Padahal katanya, jika mengacu pada biaya penerbitan SIM sebagaimana telah diatur dalam Lampiran Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 76 Tahun 2020 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia, maka berdasarkan pasal 7 ayat 1, dapat ditetapkan sampai dengan Rp0,00 (nol rupiah) atau 0% (nol persen).

“Maka dari itu, kami minta pihak kepolisian (Kapolres) Bantaeng, AKBP Andi Kumara, agar kiranya dapat melakukan evaluasi terhadap jajarannya terkhusus bagian Satlantas Polres,” tukasnya.

Dia pun menilai, para anggota polri khususnya Salantas Polres Bantaeng bagian pelayanan pembuatan SIM, juga masih banyak yang tidak tertib dalam penggunaan kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

“Harusnya pihak Kepolisan lah yang menjadi contoh bagi masyarakat, tertib dalam menggunakan kendaraan roda dua dan empat. Sehingga masyarakat dapat diperlakukan secara adil,” tandas Ilyas penuh harap.

Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi
"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"