Di jalan sunyi cahaya,
seorang lelaki menggenggam senja
dengan kamera di tangan
kata-kata di dada mengabadikan waktu
menulis yang tak sempat terbaca
Muhammad Riswan, namamu tak hanya menjejak di layar
tapi juga di nadi berita yang jujur dan sabar
Tiga puluh enam tahun bukan sekadar angka
melainkan lembar-lembar kisah
yang tak pernah lelah bercerita
Dari sorot lensa hingga berita daring
kau rakit makna dari hal-hal kecil
yang sering luput diperingatkan
di antara bingkai dan bait
kau ajarkan kami tentang melihat—
bukan sekadar memandang
Di usia ini, tak ada pesta lampu dan tepuk riuh
yang ada adalah sepi yang jernih
dan doa yang mengalir pelan
seperti cahaya sore hari
di sudut kota yang jarang disebut dalam puisi
Selamat ulang tahun,
pemotret waktu, penulis sunyi
semoga langkahmu tetap merdeka
seperti berita yang engkau jaga
dan cahaya yang tak pernah padam
di mata kamera
Tutuyan, 10 April 2025













