Ahmad Alheid: Dari Wartawan, Aktivis, ASN, menuju kursi Wakil Bupati

Oleh: Ahmad Ishak

Ahmad Alheid, S,Hi

Ada sesuatu yang memukau tentang Ahmad Alheid, atau Mad, seperti ia akrab dipanggil. Dengan latar belakang yang beraneka ragam, dari wartawan yang cakap hingga menjadi sosok penting dalam dunia politik, kisahnya adalah perpaduan sempurna antara determinasi dan dedikasi.

Saya mengenal Ahmad Alheid sebagai jurnalis dan tentu saja lewat tulisan-tulisan dia. Di dapur redaksi, tempat ia menulis berita dengan tangan yang cekatan dan mata yang selalu mencari kebenaran. Di Sulawesi Utara, nama Mad menjadi simbol jurnalisme yang tak kenal kompromi. Dari kontributor untuk majalah ternama seperti TEMPO hingga menjadi Redaktur Pelaksana di KABAR, Mad berada di garis depan industri media. Dikelilingi oleh jurnalis-jurnalis hebat seperti Katamsi Ginano, Reyner Oentoe, Pitres Sombowadile, Mad dikenal tidak hanya karena tulisannya yang tajam, tetapi juga karena integritasnya yang tak tergoyahkan.

Namun, karirnya tidak terbatas hanya dalam ruang berita. Sebagai mantan ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sulawesi Utara, Mad dikenal luas karena suaranya yang lantang dan aksi-aksi yang berani. Teman-teman seaktivismenya, masih mengingat betapa vokal dan aktifnya dia dalam membela isu-isu yang mereka anggap penting. Dengan semangat yang sama, Mad melangkah lebih jauh masuk ke dalam dunia yang serba cepat dan penuh tantangan politik.

Ketika memasuki dunia politik, Ahmad tidak hanya membawa keterampilan komunikasinya, tetapi juga wawasan yang tajam tentang dinamika masyarakat. Sukses mengorbitkan politisi baru pada pemilihan legislatif 2009, ia membuktikan bahwa insting politiknya sama tajamnya dengan pena jurnalistiknya. Dari menjadi pendukung kunci Sehan Landjar dalam pemilihan Bupati Boltim, hingga menjadi sorotan saat ia menjadi Ketua DPD PAN Bolmong, Ahmad telah mengukir jejak yang tidak bisa diabaikan.

Catatan paling penting tentang Mad Heid (beberapa kawan akrab juga menyingkat nama dan marganya seperti ini), tentang peran pentingnya dalam pemekaran Boltim dari induknya Kabupaten Bolaang Mongondow. Begitu dengan penentuan ibukota Boltim di Tutuyan. Ahmad Alheid beserta beberapa tokoh terkemuka Boltim seperti Suhendro Boroma, Sachrul Mamonto (saat ini Bupati Boltim), menjadi faktor penentu suksesi tersebut.

Kini dia mengabdi sebagai PNS. Setelah beberapa tahun dalam dinamika politik yang membara, Ahmad memilih untuk melayani masyarakat sebagai Pegawai Negeri Sipil. Namun, jiwanya yang pejuang tidak pernah padam. Saya tidak pernah lupa kisah dia menjadi Camat Kotabunan, medio 2019-2021. Dia, satu-satunya Camat yang tidak pernah merasakan naik mobil dinas. Selain kondisi kendaraan dinas camat saat itu yang rusak, Ahmad bukan tipe orang yang buang energi mengurusi sebuah mobil hanya demi bisa naik kendaraan plat merah. Motor matic merek Suzuki yang dia gunakan untuk bolak-balik melakukan pelayanan ke masyarakat, menjadi saksi bagaimana dedikasinya ketika diberikan kepercayaan memimpin wilayah.

Kini, dengan dorongan dari berbagai pihak, Mad didorong untuk kembali ke kancah politik—kali ini dengan tujuan yang lebih tinggi: ikut kontestasi pilkada Boltim 2024. Apakah menjadi Bupati atau Wakil bupati, bagi saya pribadi itu sama saja. Sosok kak Mad panggilan saya kepadanya, akan bisa menyesuaikan dedikasi dan keahlian dia dengan posisi apapun yang dia emban.

Visi Untuk Boltim

Dengan wawasan luas dan pengalaman yang kaya, Mad dilihat sebagai sosok yang ideal untuk menghadapi tantangan yang ada di daerahnya. Dengan visi untuk menerapkan tata kelola yang baik, memperkuat ekonomi lokal, dan meningkatkan kualitas hidup warga, kepercayaan dan dukungan yang diberikan kepadanya adalah bukan hanya testimoni atas apa yang telah ia capai, tetapi juga harapan untuk apa yang akan ia lakukan demi kesejahteraan masyarakat Boltim.

Kisah Ahmad Alheid adalah perjalanan seorang pejuang yang terus bergerak, tidak pernah puas berada dalam zona nyaman, selalu siap untuk tantangan baru. Boltim, bersiaplah, karena pemimpin yang Anda nantikan mungkin saja telah tiba. (*)

***Tulisan ini pernah dan telah dimuat di laman akun Media Sosial milik Ahmad Ishak***

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"