Kapolres Boltim dan Kursi Roda Pertama Kakek Angi

Oleh: Muhamat Kartoredjo

Kursi Roda Kakek Angi dan Kapolres Boltim

Pagi baru menyapa halaman Mapolres Bolaang Mongondow Timur, Senin, 28 Juli 2025.

Langit cerah, angin tenang, dan mentari memantulkan cahaya hangat ke wajah-wajah yang hadir.

Di tengah suasana syahdu, satu peristiwa kecil membekas besar: seorang lelaki tua bernama Angi Bayanu, 92 tahun, menangis bukan karena duka, melainkan karena haru.

Angi, warga Desa Bulawan Satu, Kecamatan Kotabunan, menerima kursi roda pertamanya.

Sejak 17 tahun lalu, ia hidup dengan keterbatasan gerak.

Usianya yang nyaris satu abad tak mengurangi rasa syukur ketika tangannya menyentuh kursi roda itu—bantuan dari Kapolres Bolaang Mongondow Timur, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan.

Mata Angi berkaca-kaca saat menyampaikan terima kasih. Suaranya bergetar menahan emosi.

“Saya sangat bersyukur. Terima kasih banyak, Pak Kapolres,” ucapnya pelan namun penuh makna.

Ia tidak hanya menyampaikan rasa terima kasih kepada Kapolres, tetapi juga kepada Kapolda Sulut dan Kapolri. Menurutnya, Golfried adalah contoh pemimpin berhati mulia.

Kursi roda yang diberikan bukan sekadar alat bantu. Bagi Angi, itu adalah simbol harapan.

Sebuah hadiah yang hadir di musim-musim senja hidupnya, setelah hampir dua dekade berdoa dalam diam.

Kapolres Golfried menanggapi pujian itu dengan rendah hati.

Ia menyebut tugas kepolisian bukan hanya menjaga hukum, tapi juga hadir sebagai pelindung dan pelayan masyarakat.

“Bantuan ini kecil, tapi semoga membawa arti besar bagi Kakek Angi dan keluarganya,” ujarnya.

Di tengah hiruk-pikuk rutinitas, kisah ini mengingatkan bahwa empati masih hidup.

Bahwa lembaga seperti kepolisian tak hanya mengandalkan hukum, tapi juga menyentuh hati.

Hari itu, air mata menjadi saksi bahwa kebaikan masih mungkin terjadi. Dunia, meski sebentar, terasa lebih hangat.

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"