Penerimaan CPNS 2021 di Boltim terancam batal, apa penyebabnya?

  • Whatsapp

Boltim, aksaranews.com Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terancam batal.

Hal ini disebabkan, anggaran penerimaan CPNS 2021 dari APBD 2021 yang telah diusulkan oleh instansi terkait telah digeser pada refocusing atau realokasi anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19.

Bacaan Lainnya

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Boltim, Rezhah Mamonto membenarkan anggaran pelaksanaan CPNS tahun ini ditiadakan karena adanya refocusing.

“Tidak ada anggaran pelaksanaan CPNS, karena refocusing,” ucap Rezhah Mamonto, kepada jurnalis aksaranews.com, Senin (07/06/2021).

Namun kata Rezhah, meski tidak ada anggaran, pelaksanaan CPNS 2021 akan tetap berjalan mengingat penerimaan CPNS merupakan agenda nasional.

“Sesuai perencanaan pelaksanaan CPNS awal mei, namun adanya perubahan kualifikasi pendidikan, maka ditunda. Intinya masih menunggu juknis. Untuk anggaran nantinya pada APBD Perubahan,” ujarnya.

Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah, Ayko Mentemas membenarkan anggaran pelaksanaan tes CPNS tahun ini ditiadakan.

“Aggaran CPNS 2021 ditarik saat rofocusing. Ada sekitar 29,5 miliar anggaran dari DAU yang kita alokasikan untuk penanganan Covid-19,” ujar Ayko Mentemas.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana beberapa waktu lalu di Jakarta mengungkapkan alasan ditundanya pendaftaran CPNS pada 31 mei lalu karena masalah anggaran.

Bima meminta pejabat pembina kepegawaian (PPK) menyiapkan rencana kegiatan dan anggaran pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS serta seleksi kompetensi PPPK nonguru tahun 2021 sesuai dengan penetapan kebutuhan formasi yang tersedia.

Sedangkan untuk seleksi kompetensi PPPK guru tahun 2021 dibebankan pada anggaran Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Pewarta: Riswan | Editor: Redaksi

Pos terkait