aksara news
Ikhtiar mencerdaskan informasi bergizi

Oknum Polisi diduga lakukan penganiayaan terhadap seorang Bidan di Bantaeng

Korban penganiyaan yang di dampingi orang tuanya, minta Polres Bantaeng tindak pelaku sesuai hukum dan aturan yang berlaku. (Aksaranews.com/Muhammad Ramli)

Bantaeng, aksaranews.com — Oknum polisi berinisial IA yang diketahui bertugas di Kepolisian Resort (Polres) Tarakan Kabupaten Kalimantan Utara dilaporkan ke Kepolisian Resort (Polres) Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Oknum polisi yang berpangkat AIPDA itu, dilaporkan atas dugaan penganiayaan terhadap seorang Bidan berinisial IR (29) yang bekerja di salah satu Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Bantaeng.

Berdasarkan penuturan IR saat menggelar Press Conference di rumahnya yang beralamatkan di Sungai Celendu, Keluruhan Mallilingi, Kabupaten Bantaeng, pada Minggu (24/07/2022), bahwa dugaan tindakan penganiayaan tersebut telah ia laporkan ke Mapolres Bantaeng berdasarkan laporan polisi LP-B/263/VII/2022/Sulsel/RES Bantaeng.

Dalam kesempatan tersebut, IR yang merupakan korban dugaan penganiayaan mengungkapkan kronologi kejadian yang bermula saat dirinya diminta YL untuk datang ke rumahnya yang beralamat di jalan Sungai Bialo Keluruhan Mallilingi, Bantaeng.

Tujuan pemanggilan YL terhadap dirinya tersebut kata korban IR, adalah untuk mengklarifikasi isi layanan percakapan whatsapp antara dia (IR) dan suami YL yang berinisial TN yang bekerja di PT. Haudi Nickel Alloy Bantaeng. YL sendiri diketahui merupakan klien korban IR saat melakukan persalinan di Puskesmas Bantaeng waktu itu.

Pada Kamis (20/07/2022) malam, sekitar pukul 11.00 wita, korban IR dijemput oleh seorang perempuan berinisial IM. Keduanya berangkat ke rumah YL masing-masing menggunakan kendaraan roda dua.

Setelah sampai di rumah YL, korban IR menemui YL yang saat itu sedang berada di dalam rumah. Korban IR yang tak menduga hal buruk bakal terjadi pada dirinya hendak berdiri di depan pintu rumah, tiba-tiba langsung ditarik masuk oleh YL. Saat itulah tindakan dugaan penganiayaan terjadi. IR dipukul oleh Oknum Polisi inisial IA, dan perempuan berinisial NH bersama YL di dalam rumah tersebut.

Menyikapi kejadian itu, korban IR menuturkan, bahwa dirinya sangat menyayangkan atas tindakan yang dilakukan oleh Oknum Polisi bersama dua perempuan terhadap dirinya.

“Ini sungguh suatu perbuatan yang tidak terpuji yang di lakukan oknum anggota kepolisian yang bertugas di Polres Tarakan bukannya menjadi contoh yang baik sebagai penegak hukum dan pengayom masyarakat, tetapi malah berbuat melanggar hukum, bertindak brutal dan bertindak semaunya,” tutur Korban IR dihadapan awak Media.

Dirinya berharap, agar pihak Polres Bantaeng dapat segera menindaklanjuti laporan kasus tersebut dan memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Bantaeng, AKP Rudi, SE, saat dikonfirmasi Via Wathsapp, Minggu (24/07/2022), membenarkan laporan tersebut.

“Ia benar, ada laporan polisi terkait dugaan Penganiayaan yang dilakukan oleh Oknum Polisi bersama dua perempuan,” kata Kasat Reskrim AKP Rudi.

Dirinya menjelaskan, bahwa kasus tersebut dalam tahap penyelidikan. Pihaknya sendiri saat ini masih melakukan pendalaman lebih lanjut termasuk yang paling penting adalah keterangan saksi, pelaku dan korban.

“Untuk lebih jelasnya nanti setelah di minta keterangan saksi, pelaku dan korban,” tandasnya.

Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.