Konsistensi HARITA Nickel dalam rehabilitasi Mangrove di Halmahera Selatan

Menurut Tonny, diperlukan kolaborasi banyak pihak dalam mensukseskan program rehabilitasi mangrove. Karenanya HARITA Nickel bekerjasama dengan akademisi dan pemerintah, sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar dalam kegiatan pembibitan, penanaman dan pemantauan kondisi mangrove secara mandiri di lapangan.

“Harapannya hutan mangrove yang berhasil direhabilitasi akan menjadi sumber penghidupan dan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Tonny Gultom selaku Director of Health, Safety and Environment Harita Nickel.

Sementara Dekan FPIK Universitas Khairun Dr. Janib Ahmad menjelaskan bahwa ekosistem pesisir di Desa Soligi, terutama mangrove, saat ini memiliki potensi cadangan karbon biru yang sangat besar, yaitu sebagai penyerap serta penyimpan karbon alami yang kapasitasnya melebihi hutan tropis daratan.

“Satu helai daun Mangrove, bisa menarik lima hingga tujuh kali emisi karbon biru. Artinya, 1 ha mangrove, dengan tutupan 40 persen, dapat menarik 1000 ton karbon biru. Jadi, dalam 20 ha mangrove, maka dapat menarik 20.000 ton karbon biru,” jelas Janib.

Pewarta: Sadan | Editor: Redaksi
"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"