Kapolres Boltim tak tahu ada pembakaran barak di Simbalang

  • Whatsapp
Kapolres Boltim AKBP Irham Halid SIK (foto: tangkapan layar video oleh jurnalis aksaranews.com)

Boltim, aksaranews.com Penertiban penambangan tanpa izin (PETI) di lokasi Simbalang Desa Tombolikat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) oleh pihak kepolisian beberapa waktu lalu menyisahkan luka bagi para penambang.

Pasalnya beberapa barak penambang milik warga dibakar oleh oknum diduga aparat kepolisian yang saat itu melakukan penertiban sehari setelah HUT Kemerdekaan RI, 18 Agustus 2021.

Bacaan Lainnya

Hal ini pun menuai kritik dari sejumlah masyarakat. Dalam unggahan di media sosial facebook, warganet menyesalkan ada pembakaran barak dan sejumlah alat-alat tambang milik warga.

Warganet pun membagikan foto-foto di lokasi Simbalang yang memperlihatkan barak dan beberapa barang milik penambang terbakar berupa mesin alkon dan bak rendaman hingga terpal.

Foto-foto di lokasi PETI Simbalang yang dibakar saat penertiban 18 Agustus 2021 oleh tim Reskrim Polres Boltim

Menanggapi hal ini, Kapolres Boltim AKBP Irham Halid SIK kepada awak media mengaku tidak mengetahui adanya pembakaran barak di lokasi Simbalang.

“Nah itu saya belum monitor kesana. Nanti akan kita cek,” ucap Kapolres Irham Halid, usai menertibkan pendemo aksi solidaritas masyarakat penambang melawan (Simbalang), jumat (27/08/2021).

Namun begitu Kapolres mengatakan penertiban yang dilakukan anggotanya sudah melalui prsedur imbauan dan sosialisasi yang dilakukan berulang kali.

“Mendasari kegiatan yang dilakukan oleh tim Reskrim sebenarnya itu sudah sesuai karena apa yang dilakukan masyarakat ini di lokasi hutan lindung. Saya ulangi lagi hutan lindung, harus kita lindungi,” kata Kapolres.

Kapolres pun mengungkapkan penertiban ini juga dilakukan karena banyak hal yang terjadi di lokasi tambang mulai dari massa 60 orang membawa sajam ke lokasi Simbalang, kematian warga akibat terkena pohon yang roboh serta kejadian permasalahan penambang luar dengan warga setempat.

“Sehingga dari kegiatan-kegiatan yang kita lakukan, kita pasang spanduk pemberitahuan agar tidak melakukan kegiatan penambangan tanpa izin di lokasi hutan lindung tersebut, tapi dirusak dan kita tahu siapa pelakunya. Sehingga kita melakukan pengakkan hukum,” beber Irham Halid.

Penulis/Editor: Redaksi

Pos terkait