Bantaeng, aksaranews.com — Asisten I Bidang Pemerintahan Kabupaten Bantaeng, H. Hartawan Zainuddin, menghadiri rapat kerja nasional (rakernas) Federasi Serikat Perjuangan Buruh Indonesia (FSPBI).
Hartawan Zainuddin mewakili Bupati Bantaeng Ilham Azikin membuka acara tersebut yang dipusatkan Baruga Pantai Marina Bantaeng, Jum’at, 01 September 2023.
Dalam sambutanya Ketua ESKAB-FSPBI Kabupaten Bantaeng, Aldi Naba, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak pengurus FSPBI dan tamu undangan.
“Serta kami juga ucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Bantaeng, atau yang mewakili atas kehadirannya di Rakernas ini. Tentu ini menjadi suatu kehormatan bagi kami khususnya FSPBI,” kata Aldi Naba.
Lebih lanjut, Aldi mengatakan, siap bekerja sama dengan semua pihak, terutama pemerintah.
Apalagi di Bantaeng, Aldi menyebut Bantaeng punya kawasan industri yang cukup bagus. Sehingga sinergi diperlukan untuk mewujudkan misi organisasi yaitu kesejahteraan buruh dan keluarganya, para buruh di seluruh Indonesia, khususnya di Bantaeng.
“Sebab perlu kami sampaikan, bahwa FSPBI ini, baru satu tahun berada di kabupaten Bantaeng. Artinya masih banyak yang perlu dibenahi kedepan. Maka dari itu, dibutuhkan kolaborasi yang baik,” ucap Aldi Naba.
Menurutnya, banyak tantangan dan dinamika gerakan buruh yang mewarnai perjalanan bangsa Indonesia. Apalagi situasi dua tahun terakhir saat pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia kesadaran tentang pentingnya kehadiran organisasi buruh makin relevan.
Terakhir, ia menyampaikan bahwa permasalahan perburuhan, baik secara regulasi maupun tingkat global, Aldi menilai perlunya koordinasi dalam penanganannya.
“ESKAB-FSPBI di bawah kepemimpinan saya, kami punya komitmen hadir sebagai solusi dalam pengabdian kita sebagai bangsa dan negara”, pungkasnya.
Presiden FSPBI-KSN Mukhtar Guntur, menekankan untuk membangun jaringan perlawanan, bukan hanya di sektor buruh tetapi juga pada sektor lainnya seperti tani, nelayan, transportasi, perbangkan, jasa, dan pertambangan sebagaimana amanat konfederasi KSN.
“Jadi jika ada yang melihat bendera FSPBI-KSN pada aksi masyarakat tani, masyarakat adat, forum dan sebagainya, itu karena kita berjuang diberbagai sektor,” terang Mukhtar Guntur.
Kepala Dinas Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bantaeng, Andi Irvandi Langgara, pihaknya, sangat menyambut baik Rakernas FSPBI ini, dimana momentum kali ini kita bisa bersinergi dengan baik.
Sehingga kedepan, sangat dibutuhkan klaborasi yang baik antara Pemerintah dan FSPBI serta pihak perusahaan, yang berada dikawasan industri. Perlu kita ketahui bersama, belum lama ini kita mendapatkan investor pabrik Baterai dari pertambangan raksasa asal Inggris, Glencore (GLEN.L) yang nantinya akan menginvestasikan sekitar US$9 miliar atau setara dengan Rp135 triliun.
“Tentu, ini menjadi suatu kehormatan bagi kita semua, sebab Bantaeng ini selalu dilirit berbagai investor. Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bantaeng, disektor perekonomian,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Bantaeng, Ilham Azikin dalam sambutannya yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkab Bantaeng, H Hartawan menyampaikan, sejumlah hal, dalam Rakernas FSPBI ini.
Salah satunya, terkait sosial kontrol buruh FSPBI, dimana tantangan dan rintangan dalam mengurangi tugas dan tanggung jawab kedepan pasti akan semakin berat, penuh dinamika khususnya pembangunan di bidang ketenagakerjaan, oleh karena itu, saya sangat berharap kepada kita semua untuk tetap berjalan pada koridor aturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami berharap, dalam Rakernas FSPBI ini dapat menjadi sosial control kepada semua perusahaan diwilayah kabupaten Bantaeng, sehingga dapat diwujudkan hubungan industrial yang humanis, dinamis dan berkeadilan. Demikian pula hubungan antara semua pihak stakeholder terkait yang ada, saya harapkan senantiasa berjalan secara humanis,” tuturnya.
Terkahir, saya berpesan kepada jajaran pengurus ESKAB-FSPBI Bantaeng, untuk berperan aktif melakukan sosial control secara bijaksana, dan terus menjaga solidaritas, kekompakan, kerjasama, senegitas serta kolaborasi untuk memperbaiki dan memastikan perbudakan modern kepada buruh di Bantaeng tidak akan terjadi.
“Tak boleh ada langkah mundur bagi kita semua untuk membangun Bantaeng kearah yang semakin baik,” ucap Hartawan dengan dengan penuh harap.
Terut hadir dalam kegiatan Rakernas FSPBI tersebut, para pengurus FSPBI nasional, Korwil FSPBI Sulsel Yani Maryani S.H., Ketua KSN Sulsel, Xenos Zulyunico, Ketua ESKAB FSPBI Maros, Muhammad Aswar. Serta Tokoh pemuda dan perwakilan dari berbagai lembaga organisasi.












