Manado, aksaranews.com — Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus dan Rektor Universitas Negeri Manado (Unima) Prof. Joseph Philip Kambey menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Wisma Negara, Manado, Jumat (12/12/2025).
Kesepakatan ini menandai pembukaan dua program studi baru, yakni Pendidikan Kedokteran serta Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian.

Langkah ini menjadi bukti penguatan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulut, institusi pendidikan tinggi, dan Pemerintah Pusat dalam mewujudkan universitas berstandar nasional di daerah.
Gubernur Yulius Selvanus menegaskan bahwa usulan pembukaan prodi bukan hanya menjawab kebutuhan pendidikan, melainkan menjadi kebutuhan strategis bagi pembangunan Sulut.
Ia menilai Unima memiliki lahan luas yang potensial untuk pengembangan jurusan pertanian modern, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Sebelumnya, pada 9 Desember 2025, Unima menerima pendampingan dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Prof. Khairul Munadi, untuk mempersiapkan pembukaan prodi Pendidikan Kedokteran, Bioteknologi, serta Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian.
Pendampingan ini menjadi bagian dari pengembangan Unima menuju universitas berdaya saing nasional dan regional.
Dalam sesi pendampingan, Prof. Khairul Munadi memberikan arahan komprehensif terkait pemenuhan standar pembukaan prodi, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, pemutakhiran kurikulum, analisis kebutuhan masyarakat, hingga kelengkapan sarana dan prasarana.
Ia menegaskan pentingnya memastikan seluruh proses berjalan sesuai regulasi Ditjen Dikti.
Pendampingan juga dihadiri Tim Direktorat Kelembagaan, yakni Henriette Minerva Wenno dan Sefryan Daru S., serta Kepala LLDIKTI Wilayah XVI Munawir S. Rasak, SIP, MAP, yang memaparkan penjelasan teknis mengenai standar mutu dan tahapan pembukaan program studi.












