Datangi Polres, PMII cabang Bantaeng lakukan audensi, menolak keras aksi premanisme Bupati Bulukumba kepada mahasiswa

  • Whatsapp
PMII cabang Bantaeng lakukan audensi bersama Polres Bantaeng

Bantaeng, aksaranews.com Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan Audensi dengan Kapolres Bantaeng AKBP Rachmat Sumekar yang diwakili oleh Wakapolres Bantaeng Kompol Muh Ali SH yang berlangsung di ruangannya, Senin (21/06/2021) sore.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua PMII Cabang Bantaeng, Andi Kurniawan menyampaikan maksud kedatangan mereka di Polres sebagai bentuk solidaritas terhadap kader PMII cabang Bulukumba terkait aksi premanisme yang dilakukan Bupati dan Satpol PP serta beberapa ASN di depan kantor Bupati Bulukumba beberapa waktu yang lalu.

Bacaan Lainnya

“Tentu audensi pada hari ini bersama Polres Bantaeng merupakan suatu instruksi dari seluruh pengurus PMII se-Sulsel untuk menolak keras tindakan oknum-oknum yang melakukan penganiyaan terharap rekan kami yang berada di wilayah bulukumba,” ucap Andi Kurniawan.

Andi mengatakan, dalam audens tersebut pihaknya menuntuk Kapolres Bulukumba segera menindak lanjuti atas insiden yang melukai demokrasi di Bulukumba, untuk bersikap adil dalam menangani kasus tersebut.

“Kami juga meminta Polda Sulsel untuk turun tangan menengani kasus ini demi keadilan kita bersama,” ujar Andi Kurniawan kepada media ini.

Sebab menurut Kurniawan, pelaku terduga merupakan Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf dan sejumlah Saptol PP dan beberapa pegawai ASN Bulukumba yang terlibat dalam insiden tersebut.

Wakapolres Bantaeng Kompol Muh Ali SH, didampingi Kasat Intel Polres bantaeng Saharuddin, menerima baik kedatangan pengurus dan ketua Umum PMII cabang bantaeng yang melakukan Audiens dengan dirinya.

“Tentu, kami sebagai aparat kepolisian Polres Bantaeng sangat prihatin atas kejadian itu, ini juga menjadi salah satu fokus utama Polri untuk mencegah setiap tindakan Represif dan premanisme,” jelas Wakapolres Kompol Muh Ali.

Ia pun menyampaikan kepada rekan-rekan PMII cabang bantaeng yang hadir dalam kesempatan itu, apapun itu, yang namanya kekerasan (Penganiyaan) tetap ditindaklanjuti meskipun bukan wilayah hukum Polres Bantaeng.

“Yang jelas bukti ada, dan apa penyebabnya sehingga sampai terjadi insiden pemukulan   pada peserta aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh adik-adik PMII cabang bulukumba pada beberapa hari yang lalu,” terangnya.

Terakhir Wakapolres menambahkan, jika memang sudah terbukti dan sudah ada hasil visum korban (penganiayaan), maka akan ditindaklanjuti laporannya, kalaupun tidak bisa ditangani polres, maka bisa dilanjutkan laporan ke Polda Sulsel.

Pewarta: Ramli │ Editor: Redaksi

Pos terkait