Terkesan diabaikan, begini kondisi pantai Lakban mulai jembatan rusak hingga pos tak ada yang jaga

  • Whatsapp

Mitra, aksaranews.com Wisata Pantai Lakban yang terletak di Kecamatan Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), akhir-akhir ini sering mendapat sorotan sejumlah pihak mengenai kondisi infrastrukturnya yang terkesan tak lagi diperhatikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) terutama dinas terkait.

Padahal, sebagai salah satu destinasi wisata Favorit bagi wisatawan lokal tentunya infrastruktur penunjang harus terus dijaga dan dirawat keberadaannya.

Hal ini pun mendapat sorotan tajam dari salah satu tokoh masyarakat Ratatotok, Hi. Kasim Mololonto bahwa menurutnya, pemerintah terkesan lepas tangan dalam hal melakukan perawatan dan perbaikan terhadap beberapa fasilitas di tempat wisata Pantai Lakban.

“Seperti jembatan penghubung antara parkiran dan lokasi wisata serta pos retribusi yang rusak dan sampai saat ini tak ada perbaikan,” ujar Mololonto saat bersua dengan Kontributor aksaranews.com, Minggu (13/06/2021).

Dirinya juga menyesalkan tidak adanya perhatian serius dari dinas terkait dalam hal ini Dinas Pariwisata Kabupaten Mitra untuk melakukan perbaikan beberapa fasilitas tersebut.

“Saya khawatir jembatan penghubung ini akan memakan korban jiwa jika terus dibiarkan rusak, apalagi disaat air pasang, arus air laut yang masuk kehutan bakau sangat deras. Belum lagi kondisi pos retribusi yang sudah miring yang tentunya sangat berbahaya bagi petugas jaga pos,” pungkasnya sembari berharap Pemerintah melalui dinas terkait dapat segera melakukan renovasi terhadap sejumlah fasilitas yang rusak.

Sementara itu, Hukum Tua Ratatotok Timur Hi. Teras Wibowo saat bersua ditempat yang sama menyatakan, jika Pemda tidak mau lagi merawat dan menjaga tempat wisata serta beberapa fasilitas pendukung lainnya, maka Pemerintah Desa (Pemdes) siap mengelolah lokasi wisata Pantai Lakban.

Bahkan dirinya menerangkan, jika Pemda Mitra bersedia izin kelelola diambil alih oleh Pemdes melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), maka pihaknya akan memperbaiki fasilitas yang rusak serta menambah spot-spot wisata diantaranya membangun Gazebo di seputar Hutan Bakau, mendirikan area water boom dan Perlengkapan Diving juga perahu bagi wisatawan yang ingin mengelilingi pulau-pulau disemenanjung ratatotok.

“Jika fasilitas pendukung bagus dan memadai, potensi wisata terus dikembangkan, maka itu juga dapat meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Jika Pemda izinkan Desa yang kelola, nanti hasil dari penjualan tiket akan dibagi antara Pemdes Ratatotok Timur dan Pemda Mitra,” terang Teras Wibowo.

Menurutnya potensi wisata pantai lakban sangat menjanjikan dalam peningkatan PAD, sebab sebelum pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) melanda, melalui retribusi masuk pengunjung Dinas Pariwisata dapat menghasilkan income sekira sepuluh juta rupiah per bulannya. hasil ini tentu dapat ditingkatkan jika Pemda dapat terus membenahi infrastruktur yang ada.

“Perlu diingat bahwa potensi wisata pantai lakban tidak hanya pada pesisir pantai yang berpasir putih saja, tapi dapat dikembangkan menjadi wisata sains karena diseputar pantai terdapat tidak kurang 40 Hektar Hutan Bakau, belum lagi spot diving di teluk totok, juga bisa dikembangkan menjadi area jetsky,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pantauan Kontributor Media ini saat masuk ke lokasi wisata, tidka hanya fasilitas yang kurang mendapat perhatian dari Pemerintah setempat, tapi lingkungan di sepanjang jalan pintu masuk lokasi wisata juga tak terawat. Masih banyak sampah yang berceceran dibibir pantai. Bahkan dibeberapa titik garis pantai, tidak nampak terlihat batas aman bagi pengunjung yang akan berenang.

Pewarta: Zulfan | Editor: Redaksi

Pos terkait