Boltim, aksaranews.com — Kasus pembunuhan tragis yang menimpa HD alias Hardi Dalope, seorang warga Desa Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), semakin jelas terungkap dalam rekonstruksi yang digelar Polres Boltim pada Senin, 13 Januari 2025.
Proses rekonstruksi yang disaksikan oleh pihak keluarga korban, termasuk ibu korban, memperlihatkan betapa beratnya perasaan mereka saat menyaksikan kronologi kejadian yang menewaskan Hardi.
Kejadian tragis ini terjadi pada Rabu, 27 November 2024, sekitar pukul 02.30 WITA, di Desa Tombolikat, Kecamatan Tutuyan.
Korban Hardi Dalope tewas di tangan lelaki berinisial SP. Pembunuhan ini pertama kali dilaporkan oleh Aprillia Dalope, yang merupakan adik korban.
Aprilia melaporkan kejadian tersebut pada hari yang sama, tercatat dalam laporan LP/B/144/XI/2024/SPKT/POLRES BOLTIM/POLDA SULUT.
Selama rekonstruksi, suasana haru dan duka mendalam terlihat jelas, terutama pada sang ibu, yang tak dapat menahan tangisnya saat menyaksikan adegan yang mengungkapkan bagaimana nyawa anaknya direnggut dengan kejam.
Dengan suara tercekat penuh emosi, sang ibu meminta agar pelaku dihukum dengan setimpal.
“Dia telah merenggut nyawa anak saya! Tolong hukum mati seperti yang dia lakukan pada anak saya!” teriaknya penuh tangisan, mencerminkan rasa kehilangan yang mendalam.
Rekonstruksi ini, meskipun menambah beban emosional keluarga korban, diharapkan dapat memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai motif di balik pembunuhan yang masih menyisakan banyak pertanyaan.
Keluarga korban, khususnya sang ibu, berharap agar pihak berwenang memberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatan keji yang dilakukan oleh pelaku.












