aksara news
Ikhtiar mencerdaskan informasi bergizi

Polisi bongkar makam Agus untuk dilakukan autopsi

Proses penggalian kubur almarhum Agus oleh Kepolisian resor Bantaeng (foto: Istimewa)

Bantaeng, aksaranews.com Kepolisian Resor Polres Bantaeng, melalui Satreskrim Polres melakukan pembongkaran makam Jenazah Almarhum Agus di Kampung Pangngai Desa Bonto Lonrong Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng.

Upaya pembongkaran makam Jenazah Almarhum Agus dilakukan atas permintaan kelurga korban, karena merasa ada kejanggalan lain, penyebab kematian korban.

Sebagaiman pada Senin 20 September 2021 lalu, pukul 22:30 WB malam, Almarhum Agus ditemukan bersimbah darah akibat luka tusukan senjata tajam (poke), yang dilakukan oleh pelaku yang juga merupakan sepupu Korban sendiri.

Kemudian korban dibawah kerumah sakit untuk dilakukan perawatan medis, namun tidak lama kemudian Agus meninggal dunia, selasa 21 september 2021 pagi.

Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Burhan mengatakan bahwa, proses otopsi yang melibatkan dokter forensik dari Biddokkes Polda Sulsel ini, mendapatkan pengawalan ketat anggota kepolisian. Sejumlah warga dan keluarga korban nampak menyaksikan proses otopsi meski dari jarak jauh.

“Jadi otopsi yang kita lalukan ini guna memastikan penyebab lain, kematian Almarhum Agus. Karena dari informasi keluarga dan masyarakat, ada kejanggalan akan kematian korban. Kita dalami dan pastikan bersama dokter forensik,” jelas Kasat Reskrim AKP Burhan.

Dijelaskan AKP Burhan, Bahwa motif penikaman yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia, dipicu persoalan tanaman jagung.

Sementara itu, Kaur Doksik Biddokkes Polda Sulsel, dr. Ria Haerani mengatakan bahwa, Proses pembongkaran, autopsi, hingga penguburan berlangsung sekitar 4 jam.

Kegiatan autopsi dilakukan oleh bersama Tim Dokter Forensik dari Dokkes Polda Sulsel didampingi dari tim Inafsi Reskrim Polres Bantaeng.

“Hasil autopsi yang kita periksa tadi bersama Tim Dokter Forensik dari Dokkes Polda Sulsel, mulai pemeriksaan dalam dan dan bagian luar. Dan butuh waktu selama empat minggu kedepan untuk mengetahui hasilnya. Selain kami juga mengambil organ-organ untuk dijadikan sampel dilakukan pemeriksaan lebih lanjut Labfor Polda Sulsel,” ucap dr. Ria Haerani

Sementara itu, perwakilan keluarga korban, Sudi, menjelaskan, jika setelah prosesi pemakaman korban, pihak keluarga merasa ada kejanggalan. Hingga keluarga berusaha untuk mencari kepastian penyebab lain kematian korban. Hal inipun langsung direspons oleh pihak kepolisian yang bergerak cepat.

“Agar semuanya jelas apa penyebab lainnya. Paling tidak untuk menghapus kesimpang-siuran informasi selama ini berkembang,” jelas dia.

Dikatakan dia, sejumlah kejanggalan tersebut yakni adanya beberapa bekas luka yang diamali korban, lanjut, Sudi mengatakan bahwa sebelumnya dilakukan Visum disebuah rumah sakit. Namun dari hasil itu, hanya ditemukan dua luka. Ditambah pengakuan pelaku Inisial R, hanya  menusuk dua kali.

Sementara tadi, hasil Otopsi kami melihat memang terlihat beberap luka. Kami juga menduga ada bekas tembakan yang dialami korban. Bisa saja ada pelaku lain, selain yang sudah diamankan oleh Satreskrim Polres Bantaeng.

“Untuk lebih jelasnya, kita tunggu hasil Labfor Tim Forensik dari Biddokkes Polda Sulsel Empat Minggu kedapan”, pintanya.

Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.