Boltim  

Polemik Pemakaman di Molobog Barat, Pjs Sangadi Milka Mamonto Angkat Bicara

Pjs Sangadi Molobog Barat Milka Mamonto (Foto: Doc Pribadi)

Boltim, aksaranews.com — Penjabat Sementara (Pjs) Sangadi (Kepala Desa) Molobog Barat, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Milka Mamonto, membantah kabar yang menyebut dirinya melarang perangkat desa dan pegawai syar’i menghadiri pemakaman salah satu warganya.

Dalam keterangannya, Milka menegaskan bahwa meskipun pihak keluarga duka tidak secara resmi melapor ke pemerintah desa, ia tetap membolehkan perangkat desa untuk hadir dalam pemakaman tersebut.

“Faktanya, ada tiga imam dari empat imam yang hadir di pemakaman. Selain itu, hadir juga beberapa kepala dusun, kaur pemerintahan, dan perangkat desa lainnya,” ujar Milka, Senin (21/4/2025).

Ia menyatakan bahwa tuduhan dirinya melarang kehadiran perangkat desa dalam acara duka tersebut tidak benar. Apalagi, menurut Milkha, almarhumah yang dimakamkan masih memiliki hubungan kekerabatan dengannya.

Lebih lanjut, Milka menjelaskan pentingnya prosedur pelaporan setiap ada kegiatan masyarakat, baik hajatan hidup maupun kematian, kepada pemerintah desa. Ia menyebutkan bahwa hal tersebut sudah menjadi ketentuan administrasi yang berlaku.

“Laporan tidak harus disampaikan langsung ke Sangadi. Bisa ke sekretaris desa, kaur, atau kepala dusun. Yang penting ada pemberitahuan kepada pemerintah desa,” tegasnya.

Milka menyayangkan sikap keluarga yang menurutnya enggan melapor, dan malah membawa persoalan pribadi ke ranah pemerintahan desa.

Ia mencontohkan, dua hari sebelum kejadian tersebut, ada juga warga Molobog Barat yang meninggal dunia. Pihak keluarga melapor ke pemerintah desa sehingga prosedur pengumuman melalui pengeras suara di masjid dapat segera dilakukan.

“Biasanya, sebelum diumumkan di masjid, keluarga sudah terlebih dahulu melaporkan ke pemerintah desa. Ini memudahkan koordinasi dan penghormatan kepada warga yang berpulang,” jelas Milka.

Ia juga mengingatkan bahwa pelaporan kepada pemerintah desa bukan untuk mempersulit warga, melainkan bagian dari tata kelola pemerintahan desa yang tertib dan terstruktur.

“Kami di desa bertugas melayani masyarakat, termasuk dalam peristiwa duka. Tapi semua itu perlu koordinasi yang baik, agar semua bisa berjalan dengan semestinya,” tambahnya.

Milkha pun berharap, ke depan seluruh masyarakat Desa Molobog Barat dapat memahami pentingnya pelaporan setiap ada kegiatan besar maupun kecil, baik hajat hidup maupun kematian.

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"