Boalemo, aksaranews.com – Sejumlah Petani di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, mengeluhkan akan sulitnya pupuk bersubsidi di wilayahnya.
Pasalnya, hampir sepekan lamanya, para petani ini tak lagi menemukan pupuk bersubsidi beredar di pasaran.
“Saat ini sulit cari pupuk bersubsidi pak. Kalaupun ada, bukan pupuk bersubsidi dan harganya pun mencapai 200 ribuan pak. Itu bagi kami petani sangat mahal,” ucap salah satu Petani di Desa Polohungo, Boalemo, Rabu, (14/12/2022).
Tak hanya itu, kata petani ini pupuk bersubsidi yang didistribusikan ke Kios Saprodi untuk kelompok tani sulit untuk di dapatkan. Padahal sudah diperuntukan bagi kelompok tani yang sudah terdata.
“Di kelompok saja kami sulit mendapatkan pupuk pak. Contoh misalnya di kios Saprodi di wilayah Polohungo, kalau kami mau beli pupuk harus kasi uang dulu. Dan nanti beberapa hari pupuk baru diberikan. Bahkan tidak ada. Jika kami cari di tempat lain, tidak dikasi juga,” keluhnya.
Dari penelusuran wartawan, sejumlah petani yang ada di desa Tanah Putih juga mengeluhkan hal yang sama. Bahkan, sempat para petani ini mempertanyakan kepada anggota DPRD Boalemo saat turun Reses beberapa waktu lalu.
Perhatian akan nasib Petani, salah satu tokoh pemuda Boalemo Nanang Syawal mempertanyakan kelangkaan pupuk bersubsidi ini kepada Pemeriontah Kabupaten Boalemo.
Menurut Nanang, seharusnya penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan data petani yang sudah masuk ke kelompok tani masing-masing atau sudah masuk pada Rencana Definitif Kegiatan Kelompok (RDKK).
“Kelangkaan pupuk ini jadi tanda tanya. Padahal penyalurannya sesuai RDKK, kenapa petani masih sulit mendapatkannya,” beber Nanang.
Ia pun mencurigakan ada permainan dalam penyeluran pupuk bersubsidi di wialayahnya hingga terjadi kelangkaan seperti ini.
“Jangan sampai kelangkaan pupuk bersubsidi ini karena ada mafia pupuk. APH harus bongkar jika ditemukan dugaan ini. Jangan sampai juga kios-kios Saprodi yang jadi agen penyalur juga ada permainan sehingga pupuk tidak tersalurkan ke petani yang sudah masuk RDKK,” tuturnya.
Nanang pun meminta Kejaksaan Boalemo untuk turun melakukan penelusuran terkait kelangkaan pupuk ini.
“Kemarin Jaksa Agung sudah memperingati jangan sampai ada mafia pupuk. Jadi kalau perlu Kejaksaan Boalemo turun menelusuri persoalan ini,” harapnya.
Pewarta: JO │ Editor: Redaksi












