Kejari Boalemo prioritaskan penanganan dugaan korupsi Dandes Hungayonaa

Boalemo, aksaranews.com Kedatangan Aliansi Masyarakat Peduli Daerah (AMPD) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Boalemo Provinsi Gorontalo, Senin (21/11/2022), rupanya tak hanya mempertanyakan soal eksekusi Uang Pengganti (UP) anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Boalemo yang hingga kini belum ada kejelasan.

Namun juga ada beberapa perkara tunggakan, termasuk di dalamnya soal tindaklanjut masalah dugaan penyalahgunaan Dana Desa (Dandes) Hungayonaa Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo.

AMPD yang dikomandoi oleh, Nanang Syawal juga mempertanyakan kejelasan perkara Dandes Hungayonaa yang pada bulan Juli 2022 lalu diketahui telah dilimpahkan ke bidang Pidana Khusus (Pidsus) oleh bidang Intelijen Kejari Boalemo.

“Pada saat itu Pak Kasi Pidsus dengan jelas dan secara gamblang mengatakan bahwa masih baru kala itu dan masih melakukan inventarisir kasus yang ada di Kejari Boalemo. Sekarang sudah memasuki bulan November dan akan memasuki bulan Desember, apakah kita harus menunggu tahun berikut? Sampai hari ini kita belum mendapatkan informasi kejelasannya, apakah sudah ditindaklanjuti oleh pidana khusus atau sekedar mandek di pidana khusus,” ujar Nanang Syawal mempertanyakan kejelasan perkara tersebut.

Dirinya juga menegaskan, bahwa tak ada maksud membanding-bandingkan kinerja Kajari maupun para Kasie yang ada, tapi pada kenyataannya menurut dia kepemimpinan Kejari sebelumya, Ahmad Muchlis lebih disukai oleh masyarakat Boalemo.

“Karena banyak kasus-kasus, korupsi yang terungkap dibawah kepemimpinan Ahmad Muchlis, Itulah fakta yang ada Pak Kajari. Kami ingin melaporkan berbagai macam kasus, tapi hari ini kami ingin melihat bagaimana dulu eksekusi uang pengganti Koni dan perkara Dana Desa di Hungayonaa,” tegas Nanang

Menanggapi hal itu, Kasie Pidsus Kejari Boalemo, Aguslan, S.H, menerangkan, bahwa terkait dengan pertanyaan tersebut, pihaknya akan terus melakukan proses perkara yang telah masuk ke Kejaksaan, termasuk perkara dugaan korupsi Dandes Hungayonaa yang menjadi prioritas Kejari Boalemo.

“Insha Allah Hungayonaa itu masuk prioritas saya, itu tetap kami proses. Jika kawan-kawan anggap itu mandek, itu saya pastikan tidak mandek. Itu semua karena berbagai hal yang tidak bisa kita kerjakan bersamaan,” terangnya.

Turut ditambahkannya pula, pihaknya berharap agar masyarakat bisa terus memberikan informasi dan data berkaitan dengan masalah-masalah dan upaya pencegahan korupsi.

“Semua pihak pun diharapkan turut terlibat untuk terus melawan korupsi. Untuk itu, saya minta kepada kawan-kawan, karena semua pihak turut kita libatkan, maka memberikan informasi dan data lengkap adalah hal yang sangat kami butuhkan dan paling penting saat ini,” harapnya.

Pewarta: JO | Editor: Redaksi
"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"