Boltim, aksaranews.com — Masjid Nur Jannah Desa Tutuyan ditetapkan sebagai masjid besar di Ibukota Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) oleh Pemerintah Kecamatan Tutuyan, Senin (06/12/2021) malam.
Penetapan Masjid Besar tersebut sesuai tipologi Masjid di Indonesia yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah melalui Camat atas kesepakatan bersama kepala desa (Sangadi) se-Kecamatan Tutuyan dan pengurus DMI Kecamatan Tutuyan.
“Jadi malam ini kita tetapkan masjid Nur Jannah Tutuyan sebagai masjid besar di Ibu Kota Kecamatan,” ujar Camat Tutuyan, Rita Kamumu, S.Pi, saat menghadiri pelantikan pengurus cabang Dewan Masjid Indonesia Kecamatan Tutuyan, di Kafe D’Katu, Senin, malam.
Ketua DMI Kabupaten Boltim, Samsudin Dama menjelaskan tipologi masjid di indonesia, sebagaimana Masjid Besar adalah Masjid yang berada di Kecamatan, ditetapkan oleh Pemerintah Daerah setingkat Camat.
“Nantinya Masjid Besar Nur Jannah menjadi pusat kegiatan sosial keagamaan di wilayah Kecamatan, dan ini masjid ke 7 yang ditetapkan sebagai masjid besar,” kata Samsudin Dama.
Samsudin menjelaskan terkait kehadiran DMI di Kabupaten Boltim sebagai organisasi independen bukan organisasi politik. DMI menjadi organisasi yang membidangi bidang keagamaan yaitu pengelolaan masjid.
“Kehadiran Dewan Masjid untuk mewujudkan fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pengembangan masyarakat dan persatuan umat,” ucapnya.
Selain itu Samsudin memaparkan 10 program DMI Pusat yang akan dijalankan DMI Kabupaten Boltim selain membentuk struktur dari Kabupaten, Kecamatan hingga ke Desa juga memperbaiki manajemen pengelolaan Masjid.
“Yang pertama Perbaikan sistem pengeras suara di Masjid. Pengeras suara penting untuk kita perbaiki, diperbaiki agar suara enak di dengar dan lebih khusyuk beribadah,” terang Politisi yang duduk di DPRD Boltim ini.
Tak lupa Sadam sapaan Samsudin Dama mengaatakan usai pembentukan 7 pengurus DMI Kecamatan, akan ada pelatihan Bumbingan Teknis pengurus DMI se-Kabupaten Boltim.
“Tanggal 15 (15/12/2021) akan dikumpul seluru pengurus, pengurus akan mendapatkan materi dari DMI Propinsi. tentang pelatihan manajemen pengelolaan masjid yang baik,” tutup Sadam.
Pewarta: Riswan | Editor: Redaksi












