Kotamobagu, aksaranews.com — Komitmen untuk menjadikan Kotamobagu sebagai kota digital kian nyata. Selasa (15/4/2025), Wali Kota dr. Weny Gaib, Sp.M, dan Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat, SH, MH, menerima kunjungan Direktur F Corp, Aditya Anugrah Moha (ADM) di ruang kerja Wali Kota.
Pertemuan tersebut menjadi titik awal kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Kotamobagu dan F Corp untuk mempercepat transformasi digital serta memperkuat ekosistem pembangunan daerah berbasis teknologi.
Aditya, yang akrab disapa Didi Moha, menyampaikan optimismenya terhadap potensi Kotamobagu.
“Kami melihat Kotamobagu sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru di Kawasan Timur Indonesia. Dengan dukungan teknologi dan semangat kolaborasi, kami ingin membantu menghadirkan Kotamobagu sebagai kota digital yang progresif,” ujarnya.
Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, pertemuan ini membahas sejumlah agenda prioritas yang akan menjadi fondasi transformasi kota, antara lain:
1. Penguatan Iklim Investasi.
Pemerintah dan F Corp sepakat menciptakan ekosistem yang lebih terbuka dan ramah bagi investor. Diharapkan, kebijakan yang berpihak pada pengusaha lokal dan nasional mampu menarik investasi sektor riil dan digital ke Kotamobagu.
2. Transformasi Digital.
Kotamobagu dirancang menjadi kota digital berbasis pelayanan publik. F Corp siap mendampingi dalam membangun infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, serta mendorong birokrasi menuju layanan digital yang mudah diakses warga.
3. Pengentasan Kemiskinan Digital.
Program teknologi terintegrasi akan diterapkan untuk menjangkau kelompok rentan. Teknologi digunakan sebagai alat pemberdayaan masyarakat, agar tidak ada warga yang tertinggal dalam pembangunan.
4. Tata Kelola Pemerintahan Digital.
Transparansi dan akuntabilitas menjadi bagian tak terpisahkan dari kerja sama ini. Teknologi akan memperkuat prinsip good governance dalam manajemen pemerintahan daerah.
5. Pelayanan Publik Terpadu.
Kolaborasi ini akan menjangkau sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, hukum, hingga sosial. Dengan sistem digital yang terintegrasi, pelayanan diharapkan menjadi lebih cepat, tepat, dan merata.
Menurut ADM, membangun daerah bukan sekadar urusan bisnis atau kepentingan sesaat, melainkan panggilan hati untuk memajukan tanah leluhur. Ia juga menegaskan nilai-nilai lokal seperti “Motobatu Molintak Kon BMR” sebagai landasan penting dalam membangun sinergi.
“InsyaAllah, dengan semangat kebersamaan dan teknologi, kita dapat menjadikan Kotamobagu kota yang inklusif, modern, dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.












