Boltim  

Hari Kedua Idul Adha, Non-Muslim Pimpin Panitia Kurban di Boltim

Benny Lapod Warga non-Muslim yang dipercaya memimpin panitia kurban Idul Adha di Boltim sebagai simbol toleransi dan kerukunan umat. (Foto: Istmewa)

Boltim, aksaranews.com — Suasana Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) diwarnai pesan toleransi antarumat beragama.

Pada hari kedua Idul Adha, Anggota DPRD Boltim, Rahman Salehe, menunjuk seorang warga non-Muslim, Benny Lapod, sebagai Ketua Panitia Kurban di kediamannya di Desa Bulawan II, Kecamatan Kotabunan.

Kegiatan penyembelihan hewan kurban berlangsung sejak Rabu (27/5/2026) hingga Kamis (28/5/2026).

Dalam pelaksanaannya, Benny Lapod yang merupakan warga Desa Paret Timur, Kecamatan Kotabunan, dipercaya memimpin panitia penyembelihan hewan kurban.

Rahman Salehe mengatakan, keterlibatan Benny Lapod menjadi bentuk nyata kerukunan dan toleransi antarumat beragama yang selama ini terjaga di Boltim.

“Di sini ada juga dari kalangan non-Muslim yang tergabung dalam panitia pelaksana,” ujar Rahman Selehe.

Menurutnya, Idul Adha bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga momentum memperkuat hubungan sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat yang berbeda keyakinan.

Benny Lapod yang beragama Kristen ini mengaku awalnya tidak menyangka akan dipercaya memimpin panitia kurban umat Islam.

Namun, karena hubungan baik yang selama ini terjalin dengan masyarakat sekitar, ia menerima amanah tersebut.

“Saya memang kerap bergaul dan berkecimpung dengan masyarakat di sini, dan juga akhirnya ditunjuk oleh Pak Rahman, ya saya setuju,” kata Benny Lapod.

Ia mengaku senang bisa terlibat langsung dalam kegiatan sosial dan keagamaan yang mempererat hubungan masyarakat.

“Saya senang terlibat dalam kegiatan-kegiatan keagamaan seperti ini,” ungkapnya.

Rahman Salehe diketahui membagikan total 93 ekor sapi kurban pada Idul Adha tahun ini.

Pada hari pertama, sebanyak 50 hewan kurban dibagikan secara door to door di enam desa wilayah Kecamatan Kotabunan dan Bulawan.

Sementara pada hari kedua, sebanyak 15 ekor sapi dibagikan kepada masyarakat di Desa Buyat, Tombolikat Selatan, Tutuyan, Atoga, dan Modayag.

Adapun hewan kurban lainnya juga didistribusikan ke sejumlah desa dan wilayah lain, di antaranya Desa Paret, Kayumoyondi, Tombolikat, Motongkad, Molobog, Matabulu, Buyandi, Moyongkota, hingga luar Boltim seperti Kotamobagu, Tombatu, dan Manado.

Kegiatan kurban berlangsung penuh kebersamaan. Warga dari berbagai latar belakang agama terlihat ikut membantu proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban kepada masyarakat.

Momentum tersebut sekaligus menjadi gambaran kuatnya toleransi dan persaudaraan antarumat beragama di Boltim yang terus terjaga di tengah keberagaman masyarakat.

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"