Feramitha Tiffani Mokodompit dan peran Pemuda dalam pembangunan Kabupaten Bolmong

Feramitha Tiffani Mokodompit (Foto: Ist)

Bolmong, aksaranews.com – Sosok Feramitha Tiffani Mokodompit, S.M.,MBA, dikenal sebagai salah satu pemuda Bolaang Mongondow yang aktif memotivasi kaum muda, dan berkontribusi untuk membahas dan memajukan isu-isu pembangunan karakter dikalangan anak-anak muda Bolaang Mongondow Raya.

Melalui wadah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Cabang Bolaang Mongondow, Feramitha terus saja bergerak dan menandai konsistensinya dalam menyebarkan energi positif bagi para pemuda. Menurut Feramitha, usia Kabupaten Bolaang Mongondow ke-69 tahun, adalah tantangan besar dan momentum emas bagi pemuda Bolaang Mongondow untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah. Selain itu, Feramitha juga memaknai Bolaang Mongondow sebagai laboratorium keberagaman, dan sebuah pluralisme yang berjalan dengan sangat baik.

Maka dari itu, menurut Feramitha, generasi muda Bolaang Mongondow bisa berpartisipasi dalam pembangunan daerah lewat berbagai cara, diantaranya; generasi muda harus lebih banyak memiliki tekad dan kemauan untuk mengambil pendidikan yakni Strata 1 yang mencetak lulusan sarjana, Strata 2 untuk program magister, serta Strata 3 yang memberikan gelar doctor. Hal ini sebagai upaya membangun literasi pendidikan yang memadai, sekaligus upaya mewujudkan Universitas yang berakereditasi di Bolaang Mongondow. Selain itu, pemuda juga harus kreatif dan turut memberikan ide serta gagasan tentang pengelolaan sumber daya alam, terutama pada industri kreatif.

Adapun dalam menghadapi hajatan Pemilu 2024, Feramitha berpendapat bahwa generasi muda harus menjunjung tinggi demokrasi, dan mengambil andil langsung, agar tidak hanya menjadi penonton, namun juga dapat berpartisipasi dalam proses demokrasi. Ditanya soal apa yang bisa dilakukan pemuda dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia, dan di Bolaang Mongondow khususnya, Feramitha memberikan pandangan, bahwa pemuda dapat meng- internalisasi-kan nilai-nilai anti korupsi, dengan mengikuti pendidikan anti korupsi serta men- sosialisasikan-nya kepada para pemuda lainnya, terutama usia anak-anak, agar mental yang terbentuk bukanlah bibit-bibit mental yang serakah, dan mementingkan kepentingan pribadi diatas kepentingan umum.

Bagaimana pandangan pemuda, dalam memaknai usia Kabupaten Bolaang Mongondow ke-69 tahun?, berikut petikan wawancara wartawan aksaranews.com dengan Ketua KNPI Bolmong, Feramitha Tiffani Mokodompit, Minggu, 26 Maret 2023.

Sebagai generasi muda Bolmong saat ini, juga sebagai Ketua DPD KNPI Bolaang Mongondow, bagaimana seharusnya Pemuda memaknai ulang tahun Bolaang Mongondow yang memasuki usia ke-69 tahun?

Menurut saya, peringatan HUT Bolmong yang ke-69 tahun bagi pemuda dimaknai sebagai usia yang sudah cukup matang, generasi muda perlu mensyukurinya karena dengan bertambahnya usia Bolmong, hal itu menantang pemuda untuk mengisi pembangunan Bolmong. Seyogyanya

Bolmong sudah harus lebih maju agar sejalan dengan usianya. Dengan demikian, HUT Bolmong dimaknai juga sebagai suatu momentum yang strategis, sekaligus peluang emas bagi generasi muda untuk terus berpacu dan lebih cepat dalam berpikir. Sembari mengambil peran strategis dalam pembangunan, agar semakin maju dan mandiri sesuai dengan usia Kabupaten Bolaang Mongondow yang sudah matang.

Berdasarkan pengalaman-pengalaman Feramitha sendiri sebagai generasi muda, bagaimana melihat kondisi keberagaman di Kabupaten Bolaang Mongondow saat ini?

Saya memaknai keberagaman di Bolaang Mongondow luar biasa. Bolaang mongondow menjadi laboratorium keberagaman di Sulawesi Utara, juga sebuah pluralisme yang berjalan dengan sangat baik. Tentunya hal itu diprakarsai oleh Bapak Gubernur kita, Bapak Olly Dondokambey yang telah memberikan perlindungan, kesempatan, dan mengayomi seluruh lapisan masyarakat dengan keberagaman agama, suku, dan budaya, tanpa membeda-bedakan siapapun. Hal ini terbukti juga dengan penghargaan yang menyatakan bahwa Provinsi Sulut diberikan penghargaan sebagai Provinsi dengan indeks tertinggi, menurut data detik.com dan Survey yang dilakukan oleh Badan Litbang dan Diklat Kemenag dalam survei Kerukunan Umat Beragama (KUB), Provinsi Sulawesi Utara berada di peringkat ke-4 dengan skor 79,9. Lebih khusus di Bolmong kita bisa hidup berdampingan dan damai.

Menurut Feramitha, bagaimana agar anak-anak muda di Bolaang Mongondow dapat turut berkontribusi membangun daerah Bolaang Mongondow dimasa sekarang dan mendatang?

Menurut saya, yang pertama; generasi muda Bolaang Mongondow saat ini harus lebih banyak memiliki tekad dan kemauan untuk mengambil Pendidikan Strata 1 yang mencetak lulusan sarjana, Strata 2 untuk program magister, serta Strata 3 yang memberikan gelar doctor, sebagai upaya membangun literasi pendidikan yang memadai di Kabupaten Bolmong, sekaligus upaya mewujudkan Universitas yang berakreditasi. Hal tersebut sangat relevan dengan cita-cita seluruh masyarakat Bolaang Mongondow, untuk segera memiliki Universitas perguruan  tinggi di Bolmong. Ini tentunya adalah harapan seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, agar sarana pendidikan perguruan tinggi tersedia dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya pemuda dan generasi yang akan datang, juga Kabupaten Bolmong dapat melahirkan dan mencetak anak-anak muda asli totabuan yang cerdas, untuk membangun daerah Bolmong kedepan, tanpa harus merekrut atau mengambil orang dari luar daerah.

Kedua; Pemuda harus kreatif dan turut memberikan ide, serta gagasan tentang pengelolaan sumber daya alam, terutama pada industri kreatif. Implementasinya adalah mendorong UMKM di Kabupaten Bolmong, mendorong kreativitas pemuda dalam pengembangan kepariwisataan, pengembangan ekonomi, dan sebagainya. Hal itu juga harus sejalan dengan kemampuan pemuda yang unggul, dalam pemanfaatan bidang teknologi, hal ini bisa menjadi sebuah peluang bagi pemuda untuk memaksimalkan penggunaan teknologi digital, sebagai basis dan basic pengelolaan ekonomi kreatif. Banyak hasil produksi asli Bolaang Mongondow yang tidak kalah saing dengan kabupaten dan kota lain. Kita di Bolaang Mongondow punya biji kopi, kita punya nanas, dan masih banyak lagi. Hanya bagaimana kita mampu membaca peluang yang ada, dengan memaksimalkan kualitas sumber daya manusia dan sumber daya alam kita.

Dalam menghadapi Pileg, Pilpres dan Pilkada 2024, bagaimana seharusnya generasi muda Bolaang Mongondow menghadapinya dengan pikiran yang jernih?

Sebagai generasi muda tentunya yang pertama, kita bisa mengajak pemuda lainnya untuk menyalurkan hak suara, agar tidak golput dan memilih figur yang layak berdasarkan visi dan misi yang disampaikan pada saat kontestasi politik.

Kedua; generasi muda harus menghargai proses demokrasi, pemuda juga jangan hanya menjadi penonton, namun juga dapat berpartisipasi dalam proses demokrasi. Karena seluruh warga indonesia memiliki hak yang sama, dan mempunyai ruang sebesar-besarnya dalam pesta demokrasi. Jangan saling menghujat, saling menghakimi, saling melukai satu dengan lainnya, justru pemuda harus saling bersatu membantu, berperan aktif, serta semangat yang diwariskan Budi Utomo yang melekat dalam diri pemuda akan melahirkan pertarungan yang sehat, dengan mengandalkan kekuatan intelektual sebagai hal yang lebih ditonjolkan.

ke-tiga; generasi muda dapat turut mengawal proses demokrasi, karena sudah menjadi keharusan bahwa anak muda sebagai social control (agen pengontrol sosial), yang mengontrol sekaligus mengawal segala bentuk kebijakan dan proses demokrasi, dengan cara turut berperan dalam wadah-wadah yang disediakan seperti mendaftar di KPU, di BAWASLU dan lain-lain. Ini merupakan peran strategis bagi pemuda untuk membantu dalam mengawal, secara langsung pesta demokrasi tersebut, agar berjalan sesuai aturan.

Ke-empat; Pesta demokrasi tidak bisa dielakkan, harus kita ikuti dan hadapi prosesnya. Maka pemuda harus melalui proses itu dengan memperbanyak informasi, memperbanyak literasi politik, dan link atau jaringan yang diperoleh dari organisasi yang tersedia. Itu yang bisa kita gunakan sebagai bekal agar tidak tenggelam dalam politk indentitas dan politik praktis. Disamping itu Kontestasi politik harus senantiasa dinamis, dan berimbang bukan malah bersifat dominatif apalagi saling menjatuhkan satu dengan lainnya.

Bagaimana pendapat Feramitha tentang praktik korupsi dan pemberantasan korupsi di Indonesia, di Bolmong khususnya hingga detik ini? Apa yang kaum muda bisa lakukan untuk itu?

Korupsi jelas tidak bisa dibenarkan, karena hal tersebut disamping merugikan diri sendiri, juga merugikan lingkungan, keluarga masyarakat dan negara. Pemuda sangat identik dengan sifat idealismenya dan berani mengambil keputusan.

Keberanian kaum muda telah ada sejak tahun 1928, ini juga merupakan modal alami yang sudah melekat di-diri pemuda, yang di-implementasi-kan dalam nilai-nilai anti korupsi. Pemuda dapat meng-internalisasi-kan nilai-nilai anti korupsi dengan mengikuti pendidikan anti korupsi, serta men-sosialisasikan kepada para pemuda lainnya, terutama usia anak-anak, agar mental yang terbentuk bukanlah bibit-bibit mental yang serakah, dan mementingkan kepentingan pribadi diatas kepentingan umum.

Disisi lain pemuda juga tidak hanya mensosialisasikan, tapi juga mendorong pemuda lainnya melalui pemanfaatan media sosial sebagai wadah mempromosikan pengetahuan anti korupsi. Pemuda bisa melakukan demonstrasi secara masif atas keputusan dan kebijakan yang lahir dari tubuh eksekutif dan legislatif, aktif membangun jaringan dengan lembaga bantuan hukum, untuk berkoordinasi dan meng-advokasi anti korupsi, serta secara bertahap melakukan follow- up kepada generasi muda lainnya, untuk terus mengawal isu-isu yang bernuansa koruptif. Dan yang terakhir pemuda harus berani untuk aktif memberikan informasi, dan aktif berkoordinasi dengan pihak yang berwajib untuk menuntaskan kasus korupsi dan mengapresiasi Aparat Penegak Hukum (APH), dalam menuntaskan kasus-kasus tersebut.

Pewarta: Buyung Algiffari Potabuga
"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"