Boltim, aksaranews.com – Empat SMP Negeri di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) jadi sekolah penggerak dalam menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar pada Tahun Ajaran 2022/2023.
Sekolah penggerak tersebut yaitu SMP Negeri Satap Bukaka, SMP Negeri Satap Lanut, SMP Negeri Modayag, dan SMP Negeri Satap Molobog.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boltim, Yusri Damopolii, S.Pd, MM, mengatakan Kurikulum Merdeka belajar ini, siswa tidak lagi harus memenuhi standar nilai tertentu dan tidak ada istilah siswa tidak naik kelas.
Jika ada materi-materi tertentu yang tidak dikuasai siswa maka itu akan menjadi tanggung jawab dari guru pada kelas jenjang selanjutnya untuk diberi pemahaman, beda dengan kurikulum 13 yang harus tuntas.
“Artinya kalau kurikulum 13 siswa dikatakan naik kelas bila mencapai Kompetensi, Nah kalau kurikulum Merdeka tidak. Dalam kurikulum merdeka Guru itu hanya menuntun siswa sesuai potensi yang dimilikinya,” kata Yusri Damopolii, kepada wartawan aksaranews.com, Minggu (28/08/2022) sore.
Yusri menyebut semua sekolah penggerak sudah mengunakan kurikulum merdeka belajar diantaranya 4 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 4 Sekolah Dasar (SD) dan 4 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).













