Boltim, aksaranews.com — Tindakan kriminal meresahkan kembali terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), di mana dua warung sembako yang terletak di wilayah Tutuyan menjadi target empuk bagi para pencuri.
Peristiwa yang terjadi pada, Rabu (13/9/2023) dini hari, mengakibatkan kerugian ratusan juta.
Dari pantauan media ini di lokasi kejadian, para pencuri ini sangat terampil dalam menghindari sistem keamanan yang ada.
Salah satu warung yang dibobol milik Arfa daeng Mappa atau biasa disapa mama Ayu, CCTV miliknya dirusaki maling, bahkan sistem CDR (Memory Card) CCTV ikut dibawa pelaku agar aksi mereka tidak terdeteksi
Kepada media ini, Mama Ayu menuturkan, Kejadian itu berawal saat dirinya membuka warung seperti biasa pada pagi hari.
Namun, dia melihat kunci pintu sudah rusak dan setelah masuk ke dalam warung sejumlah barang dagangan seperti rokok sudah hilang.
Mama ayu mengaku kerugian yang dialami ini sangat merugikan usahanya, terutama karena warung miliknya merupakan penyedia barang-barang sehari-hari yang sangat dibutuhkan oleh warga setempat.
Adapun total kerugian yang dialaminya sekitar 65 juta rupiah. Ia pun telah meminta anaknya untuk membuat laporan Polisi di kantor Polres Boltim.
“Kerugian sementara sekitar 65 juta, kita curiga lebih dari itu. Karena ada hitung sesuai anak buah ada simpan (rokok) di rak, sisanya dipajang, habis semuanya, hanya tersisa 2 bal rokok U-mild,” bebernya.
Sementara itu, salah satu warung yang juga dibobol maling, saat dimintai keterangan wartawan, mengaku kehilangan 7 karung cengkih kering siap jual.
“Kehilangan semalam sekitar 6 atau 7 karung cengkih hilang. Karena itu cengkih di depan kamar seingat saya ada 5 atau 6 karung. di warung ada 1 karung,” ungkap daeng, sapaan pemilik warung tersebut.
Ia menceritakan, pada malam hari ia tidur sekitar pukul 12.30 dinihari. Apesnya, ia tertidur pulas dan tidak sempat bangun subuh, padahal biasanya ia sering sholat subuh di Masjid depan rumahnya.
“Kalau tadi malam tidak sempat bangun, biasanya saya Sholat di Masjid, tadi nanti bangun sudah setengah enam, so siang, itupun orang kase bangun, pintu sudah terbuka. Tetangga yang bangunkan kita pe anak, kita pe anak kase bangun pa kita,” ceritanya dengan dialeg Melayu.
Daeng pun merinci, kerugian yang dialaminya berkisar kurang lebih 50an Juta rupiah.
“Kerugian sekitar 50juta, karena saya perkirakan itu cengkih sekitar 350 kg. Karena kalau 7 karung, setiap karung berisi 60an kg,” ungkapnya.
Atas kejadian ini, Pemerintah Kabupaten Boltim mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada maraknya pencurian.
“Kami minta masyarakat perlu lebih hati-hati dan waspada atas kejadian pencurian di dua warung tersebut,” kata Ahmad Alheid, Kapala Kesatuan Bangsa dan Politik, Kaupaten Boltim.
Adapun beberapa warga Tutuyan pun merasa sangat prihatin dan khawatir dengan lonjakan tindakan kriminal seperti ini. Mereka berharap agar pihak berwenang dapat segera menangkap pelaku dan menghentikan serangkaian perampokan yang meresahkan ini.
Kejadian ini sekali lagi menunjukkan pentingnya meningkatkan keamanan di sekitar warung-warung sembako dan usaha kecil lainnya. Semoga pelaku segera ditangkap.












