Bolsel  

Dituding tilep gaji honor perpustakaan, Kepsek SMP N 1 Tutuyan bereaksi

Rukia Nambo: Tidak boleh mencari tahu rahasia sekolah

Kepsek SMP N 1 Tutuyan, Rukia Nambo.

Boltim, aksaranews.com – Kepala Sekolah (Kepsek) SMP N 1 Tutuyan, Rukia Nambo bereaksi setelah adanya tudingan terhadap dirinya terkait pengelolaan keuangan yang tidak transparan di sekolah tersebut.

Rukia Nambo menganggap, bahwa apa yang menjadi tudingan terhadap dirinya tersebut merupakan rahasia negara yang seharusnya tidak menjadi konsumsi publik.

“Seharusnya tidak perlu karena ini kan rahasia negara. Apalagi yang dialaporkan adalah persoalan internal,” kata Rukia menanggapi.

Kepada jurnalis media ini dirinya menjelaskan kekeliruan yang terjadi, bahwa nama yang tertera di rekening penerima honor perpustakaan di sekolahnya hanya status pinjam dan bukan merupakan penerima yang asli.

“Sebenarnya, nomor rekening dan nama yang tercantum sebagai penerima honor di perpustakaan sekolah itu, bukanlah penerima sebenarnya. Yang bersangkutan hanya sebagai tenaga pengajar sukarela guru bantu,” jelas Rukia saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, belum lama ini.

Lebih lanjut ia terangkan, penjaga perpustakaan yang sebenarnya adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), tapi oleh karena aturan yang tidak memperbolehkan ASN menerima gaji ganda, maka pihaknya meminjam rekening dan nama yang bersangkutan untuk proses pencairan honor perpustakaan.

“Tenaga sukarela itu disini bukan sebagai penjaga perpustakaan, tapi yang bersangkutan hanya mengajar sebagai guru bantu. Nah, pengelola perpustakaan disini sebenarnnya adalah PNS dan telah tersertifikasi, dan tidak bisa lagi menerima aliran dana itu, maka dipinjamlah rekening dan nama yang bersangkutan untuk proses pencairan honor itu,” terangnya.

Turut ditambahkannya, bahwa pihaknya telah membicarakan hal ini sebelumnya, dimana untuk proses pencairan honor perpustakaan tersebut, sebaiknya memakai nama yang bukan berstatus ASN. Hal ini kata dia dimaksudkan untuk menghindari Tuntutan Ganti Rugi (TGR).

Selain itu, tujuan diberikannya rekening dan nama tenaga sukarela yang bersangkutan adalah untuk membuka peluang apabila ada dana-dana yang bisa didapatkan melalui sumber-sumber lain yang tidak termasuk dalam Bantuan Operasioanal Sekolah (BOS) untuk kebutuhan kegiatan sekolah.

“Kami, saya dan bendahara sudah melakukan pengaturan, bahwa untuk penjaga perpustakaan, sebaiknya diberikan kepada yang bersangkutan (tenaga sukarela) itu, agar apabila ada dana-dana yang bisa diperoleh dari sumber lain untuk pemenuhan kegiatan sekolah, bisa dicairkan melalui rekeningnya. Sebab beberapa kegiatan tidak termasuk dalam dana BOS,” beber Rukia.

Dirinya mengaku, jika nama pengelola perpustakaan yang telah ditunjuk pihak sekolah sebelumnya adalah seorang guru yang saat ini telah pindah sekolah.

“Kami sudah sampaikan ke yang bersangkutan, bahwa sebelumnya ada guru yang ditempatkan sebagai pengelola perpustakaan sekolah waktu itu, namun sekarang sudah pindah. Karena sudah pindah, maka otomatis guru itu tidak lagi menerima honor,” akunya.

Anehnya, ketika ditanya soal siapa yang ditunjuk sebagai pengelola perpustakaan sekolah sebelumnya, Rukia Nambo justru enggan menyebut nama, dan berkilah bahwa itu merupakan rahasia negara.

“Ahh, itu rahasia negara pak. Rahasia sekolah kenapa harus dicari tahu, tidak boleh mencari tahu rahasia sekolah,” kata Rukia Nambo menepis pertanyaan.

Sekedar diketahui, nama dan rekening yang tercatat saat ini sebagai penerima honor perpustakaan di SMP N 1 Tutuyan adalah seorang tenaga sukarela guru bantu yang mengajar mata pelajaran Agama Islam dan Seni Budaya atas nama Sesiliana Bade.

Sesi mengaku bahwa honor perpustakaan yang terhitung sejak Agustus 2024 masuk setiap bulan ke rekeningnya. Namun, dirinya belum pernah menerima secara utuh honor tersebut.

Sebaliknya honor yang masuk ke rekeningnya tersebut justru diberikan kepada pihak sekolah, sebab hingga masuk bulan ketiga pencairan, ia belum tahu pasti status uang yang masuk ke rekeningnya itu.

Nanti di bulan keempat, barulah ia merasa curiga setelah malakukan mutasi rekeningnya dan mendapatkan informasi dari operator Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boltim, bahwa uang tersebut adalah honor untuk tenaga penjaga perpustakaan.

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"