Pertemuan bersejarah 5 kepala daerah BMR, teken MoU 12 program prioritas

Lima kepala daerah BMR tandatangani MoU kerja sama 12 program prioritas pembangunan regional di Rumah Dinas Bupati Bolmong, Lolak.

Bolmong, aksaranews.comLima kepala daerah se-Bolaang Mongondow Raya (BMR) menandatangani Kesepakatan Bersama tentang kerja sama antar daerah dalam 12 program prioritas, Senin (2/6/2025).

Penandatanganan berlangsung di Rumah Dinas Bupati Bolaang Mongondow, di Lolak.

Kelima kepala daerah itu adalah Wali Kota Kotamobagu dr. Weny Gaib, Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi, Bupati Bolaang Mongondow Selatan Iskandar Kamaru, Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena, dan Bupati Bolaang Mongondow Timur Oskar Manoppo.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini menjadi sejarah baru, karena untuk pertama kalinya sejak pemekaran dari Kabupaten induk Bolaang Mongondow, lima kepala daerah se-BMR berkumpul dan menyepakati kerja sama bersama dalam satu forum resmi.

Kesepakatan ini menandai semangat kolaborasi dan integrasi pembangunan wilayah BMR sebagai satu kawasan strategis.

Dua belas program prioritas yang disepakati meliputi sektor pendidikan, lingkungan, infrastruktur, ekonomi, dan ketahanan wilayah. Berikut daftar lengkapnya:

  1. Pembangunan dan pengelolaan Asrama Bogani
  2. Pengelolaan persampahan regional
  3. Pengembangan universitas daerah
  4. Pembangunan bandara regional
  5. Pengelolaan sektor pertambangan secara terintegrasi
  6. Pembentukan BUMD bersama
  7. Sinkronisasi program prioritas nasional
  8. Pengembangan konsep Sekolah Rakyat
  9. Pendirian dapur makanan bergizi
  10. Pengendalian inflasi antarwilayah
  11. Penguatan ketahanan pangan, energi, dan air
  12. Penetapan dan pengelolaan wilayah pertambangan rakyat

Kesepakatan ini diharapkan memperkuat sinergi antarwilayah di BMR dalam menghadapi tantangan pembangunan yang bersifat lintas sektor dan lintas daerah.

Pembangunan bandara, universitas daerah, serta penguatan sektor pertambangan rakyat menjadi sorotan utama sebagai penggerak ekonomi kawasan.

Selain itu, program dapur makanan bergizi dan Sekolah Rakyat diharapkan mampu menyasar langsung kebutuhan masyarakat akar rumput, terutama dalam isu stunting, pendidikan alternatif, serta penguatan ketahanan pangan.

Langkah kolaboratif ini juga dipandang strategis dalam upaya pengendalian inflasi dan pengelolaan sumber daya energi serta air yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"