
“Menjaga jarak atau soscial distancing, memakai masker dan cuci tangan dengan sabun, itu adalah salah satu bagian dari strategi untuk memutus mata rantai penularan COVID-19,” ujar HM Daud Kahal.
Selain itu maklumat yang merupakan kesepakatan bersama semua pihak para pemangku kepentingan terkait peniadaan sementara shalat jamaah baik sholat jumat dan tarawih, buka bersama, sahur on the road dan lain-lain, adalah bagian yang tidak terpisahkan dari tujuan tersebut.
“COVID-19 telah menjadi pandemi global dan Bulukumba adalah bagian dari Sulawesi Selatan yang menjadi daerah terbanyak penularan di luar pulau Jawa,” kata Bupati.
Bukan hanya pemerintah tapi seluruh elemen masyarakat harus terlibat secara aktif, paling tidak mendukung upaya-upaya yang dilakukan melalui gugus tugas percepatan penanganan COVID-19.
“Bulukumba sekarang ini sudah menjadi daerah yang mempunyai tingkat penularan COVID-19 yang cukup tinggi dengan pasien positif sudah enam orang dari beberapa klasternya ini adalah perlu untuk di seriusi,” tutup Bupati.
Peliput: Ramli │Editor: Redaksi












