Anies Baswedan Bicara Ketimpangan di Kelas Kader Gerakan Rakyat

Lebih dari 700 kader mengikuti Kelas Kader Gerakan Rakyat di Bekasi untuk memperkuat ideologi, meritokrasi, dan visi Indonesia adil. (Sumber Foto: gerakanrakyat.org)

Bekasi, aksaranews.com — GOR Bonlap, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, menjadi lokasi berkumpulnya lebih dari 700 kader Gerakan Rakyat dari berbagai daerah di Indonesia, Sabtu (17/1/2026).

Kegiatan bertajuk Kelas Kader Gerakan Rakyat ini digelar untuk memperkuat fondasi ideologi serta kapasitas kader di tingkat akar rumput.

Acara tersebut dihadiri Ketua Umum Gerakan Rakyat Sahrin Hamid dan Anggota Kehormatan 001 Gerakan Rakyat, Anies Baswedan, yang menyampaikan materi kunci tentang visi masa depan Indonesia.

Dalam sambutannya, Sahrin menegaskan bahwa Gerakan Rakyat tidak semata bergerak di ranah politik, tetapi bertumpu pada integritas dan keberanian yang lahir dari dalam diri, yang ia sebut sebagai kersa.

“Kersa itu adalah sesuatu yang lahir dari dalam. Namun, nilai kersa ini tidak cukup, ia harus diikuti dengan jiwa kesatria. Kita tidak mungkin memiliki ratusan DPD jika tidak memiliki kesatria di dalam jiwa kita masing-masing,” ujar Sahrin.

BACA JUGA: Anies Baswedan Serukan Peran Generasi Muda Gerakkan Perubahan

Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dan meritokrasi dalam organisasi. Menurutnya, penunjukan pengurus tidak boleh didasarkan pada kedekatan personal.

“Apa itu meritokrasi? Sesuatu harus sesuai dengan tempatnya. Tidak boleh seseorang mendapatkan posisi hanya karena asal dekat dengan ketua, tapi tidak punya kompetensi. Itu tidak meritokrasi,” jelasnya.

Sahrin memastikan tata kelola organisasi berjalan transparan. “Setiap tanggal 5 setiap bulan, DPP pasti mengeluarkan laporan keuangan. Kita tahu berapa duit yang masuk dan berapa yang keluar,” ungkapnya.

Sementara itu, Anies Baswedan menyoroti pentingnya menghapus ketimpangan sebagai agenda besar bangsa.

Ia menilai setelah Indonesia berhasil menjadi satu bangsa dan satu negara, tantangan berikutnya adalah mewujudkan satu kesejahteraan.

“Keadilan dan kesataraan adalah syarat persatuan. Sulit sekali kita mempertahankan persatuan ketika ketimpangan masih luar biasa dahsyat. Kita ingin Indonesia memberikan kesempatan setara untuk semua,” tutur Anies.

Berdasarkan data panitia, peserta yang hadir mencapai lebih dari 711 orang dari berbagai daerah, termasuk Bekasi, Depok, Bogor, Karawang, Purwakarta, dan Bandung. Acara ditutup dengan pembacaan SK, ikrar kader, serta penyerahan sertifikat secara simbolis.

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"