Jakarta, aksaranews.com — Anies Baswedan menyampaikan duka mendalam atas tragedi kecelakaan kereta antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Cikarang di Stasiun Bekasi Timur. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Facebook pribadinya, Selasa (28/04/2026).
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Berduka mendalam mendengar kabar kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Menurut informasi terakhir, peristiwa ini telah merenggut 14 nyawa dan melukai puluhan korban lainnya. Sesak rasanya mendengar keterangan Basarnas bahwa seluruh korban yang dievakuasi adalah perempuan, terlebih saat membaca kesaksian dari mereka yang mengenal para korban,” tulis Anies.
Ia berharap para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan, sementara keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Anies juga mendoakan korban luka segera pulih.
“Semoga para korban yang gugur diterima di sisi terbaik Allah SWT, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, serta para korban luka segera dipulihkan kesehatannya,” lanjutnya.
Anies menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah evakuasi dan penanganan korban. Ia mengapresiasi kerja keras tim gabungan di lapangan.
“Dalam situasi seperti ini, prioritas pertama tentu evakuasi, penyelamatan, serta penanganan para korban. Mari kita berikan apresiasi dan dukungan kepada para petugas yang bekerja di lokasi kejadian, mulai dari tim SAR gabungan, kepolisian, petugas KAI, aparat Pemda setempat, hingga tenaga kesehatan di rumah sakit yang menangani para korban. Semoga mereka semua diberi kekuatan untuk bekerja lugas dan tuntas, sehingga beban para korban beserta keluarga bisa terus berkurang,” ungkapnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya pemulihan operasional transportasi agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.
“Prioritas berikutnya, operasional stasiun dan lintasan perlu segera berangsur normal agar warga lain yang harus menjalani aktivitas hariannya tidak ikut terganggu. Apresiasi dan dukungan kembali kita sampaikan kepada semua pihak yang bekerja keras memulihkan layanan publik, baik jajaran KAI, aparat Pemkot Bekasi dan pemerintah pusat yang turun menangani,” terangnya.
Anies juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk layanan alternatif transportasi.
“Juga Pemda sekitar dan pihak-pihak lain yang ikut membantu, seperti TransJakarta yang telah menyediakan shuttle tambahan sebagai pengganti layanan kereta yang terhambat pun patut mendapat apresiasi yang sama,” sebutnya.
Ia menegaskan pentingnya investigasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
“Terakhir, mungkin yang terpenting, semoga peristiwa ini bisa diinvestigasi dan dievaluasi secara menyeluruh. Bukan untuk mencari siapa yang paling salah, karena tidak ada satu pun pihak yang menghendaki kecelakaan ini terjadi. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari, baik di Bekasi maupun di daerah lain,” ucapnya.
Menurut Anies, berbagai aspek perlu diperbaiki, mulai dari pengelolaan perlintasan hingga sistem peringatan dini.
“Kecelakaan ini terlalu mahal harganya untuk tidak menjadi pelajaran bagi perbaikan ke depan,” pungkas Anies.












