Iman Fauzan beri trik menggalang suara pemuda Milenial dalam ngobrol Politik AMK Bantaeng

Bantaeng, aksaranews.com Angkatan Muda Ka’bah (AMK) Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), menggelar pemuda ngobrol politik jelang pemilu 2024, bertempat di Jalan Kr. Kasia Tala-tala Bantaeng, Minggu (08/10/2023) malam.

Diskusi yang bertajuk “Strategi Taktik dan Menggalang Pemilih Milenial dan Gen-Z Pada Pemilu 2024”, menghadirkan tiga narasumber.

Narasumber diantaranya Ketua DPW PPP Sulsel Imam Fauzan Amir Uskara yang juga Anggota DPRD Sulsel, Ketua AMK Sulsel Rachmat Taqwa Anggota DPRD Makassar, Sementara Bisman Naufal Yaesar calon Anggota legislatif sekaligus kader AMK Bantaeng.

Pada Kesempatan itu, Ketua AMK Bantaeng, Aldi Naba dalam sambutannya menyampaikan, bahwa agenda ini merupakan rangkaian silaturahmi sesama kader AMK Bantaeng.

“Sebab jelang pemilu ini, sangat penting peran pemuda milenial dalam menggalang suara,” ujar Aldi Naba, Ketua AMK Bantaeng.

Ketua DPW PPP Sulsel, Imam Fauzan mengungkapkan, Strategi menggaet suara dalam konteks pemilu bagi kalangan pemuda. Dengan cara mengubah gaya kampanye, dari pola lama menjadi pola kekinian yang dirasa lekat dengan anak muda.

“Model pendekatan itu, mulai dari menyuguhkan hal yang disukai generasi muda, seperti kegiatan Olahraga, Musik, maupun diskusi langsung dengan generasi muda, hingga memunculkan calon atau partai yang memiliki kesan dekat dengan anak muda,” ucap Iman Fauzan.

Sementara itu, Ketua AMK Sulsel, Rahmat Taqwa menyebut, momentum pemilu 2024 mendatang, sangat dibutuhkan semangat tinggi.

“Karena kemenangan dalam pemilu itu, bukan pada siapa yang memiliki banyak finansial nya. Akan tetapi pola pendekatan yang harus dikedepankan,” ujarnya.

“Serta aktif menyuarakan ruang bagi generasi muda untuk berkreasi dan mengembangkan diri agar mereka sukses di kemudian hari,” tambahnya.

Hal senada dikatakan Bisman, bahwa Strategi taktik merupakan sebuah perencanaan untuk mencapai pada tujuan. Dengan berikhtiar kepada Allah SWT.

Agar apa yang menjadi tujuan kita, bisa tercapai dengan baik. Soal menang atau kalah, itu urusan belakang. Yang terpenting adalah kita terus berupaya membangun komunikasi yang baik pada kalangan pemuda.

“Dengan mengoptimalkan suara pemilih pemuda, yang jumlahnya cukup signifikan di pemilu kali ini. Selain itu pemilih pemula ini dirasakan akan lebih mudah diarahkan menentukan pilihan mereka dalam pemilu karena hal ini merupakan pengalaman pemilu pertama bagi mereka,” tutupnya.

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"