Wamen ATR/BPN Sebut Pendaftaran Tanah Capai 122,7 Juta Bidang

Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan sebut pendaftaran tanah capai 122,7 juta bidang, jadi fondasi pemerataan ekonomi dan investasi.

Jakarta, aksaranews.com — Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN) Ossy Dermawan menyatakan pendaftaran tanah di Indonesia telah mencapai 122,7 juta bidang dari target nasional 126 juta bidang.

Capaian tersebut, menurutnya, menjadi fondasi penting bagi pemerataan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

“Angka ini membuktikan negara hadir untuk memberikan kepastian hukum atas tanah rakyat. Tanah bukan sekadar aset, melainkan sumber kehidupan dan kesejahteraan,” kata Ossy dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (13/8/2025).

Ia menegaskan, menjelang HUT ke-80 RI, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen memperkuat kesejahteraan rakyat melalui pengelolaan tanah yang tepat sasaran dan merata.

Selain pendaftaran tanah, Kementerian ATR/BPN juga gencar menjalankan program sertipikasi tanah wakaf.

Hingga saat ini, sebanyak 272.237 bidang tanah wakaf telah disertipikasi untuk mendukung pembangunan rumah ibadah, lembaga pendidikan, ruang terbuka hijau, dan taman kota.

“Ini bentuk tanggung jawab negara menjamin kekuatan hukum rumah ibadah dan membangun lingkungan masyarakat yang inklusif,” ujarnya.

Ossy menambahkan, komitmen ini selaras dengan berbagai program prioritas pemerintah di sektor lain.

Antara lain, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau 7 juta anak sekolah, Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang melayani 7 juta orang dan membuka 100 ribu lapangan kerja di bidang kesehatan, serta Program Pembangunan dan Renovasi 3 Juta Rumah yang telah menyelesaikan 139.000 unit sejak awal 2025.

Di sektor pendidikan, Program Sekolah Rakyat telah membangun dan mengoperasikan 100 titik sekolah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas.

Sementara itu, Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah membentuk lebih dari 80 ribu koperasi sebagai solusi pembiayaan usaha rakyat dan penyediaan infrastruktur dasar di desa.

Menurut Ossy, seluruh capaian ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat.

“Sinergi antara negara dan rakyat menjadi energi besar mendorong kemajuan bangsa,” pungkasnya.

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"