Tradisi “Pasiaran” Desa Buyat Bersatu, Bapak Ibu dan Pemuda silaturahmi ke rumah-rumah warga

Tampak para Ibu-ibu berkumpul dan bersilaturahmi ke rumah-rumah warga. (Istimewa)

Boltim, aksaranews.com — Tradisi pasiar yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya lokal di Desa Buyat Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) atau silaturahmi antar warga tidak hanya terwujud dalam momen-momen tertentu, tetapi juga dalam perayaan lebaran.

Salah satunya adalah Idul Fitri, dalam lebaran hari kedua kaum bapak-bapak, berkumpul untuk mengunjungi rumah-rumah warga dan mempererat tali silaturahmi.

Kemudian lebaran hari ketiga, kaum Ibu-ibu yang akan turun menyambangi warga untuk bersilaturahmi. Dan lebaran dihari keempat, para pemuda yang berkunjung dan mendatangi rumah-rumah warga.

Rombongan Bapak-bapak saat melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga. (Istimewa)

Menurut Kepala Desa (Kades) Buyat Selatan, Salman Mokoagow, dengan kehadiran berbagai kelompok usia yang saling berbagi kebahagian dan kebersamaan ini, suasana kampung terasa lebih meriah

“Tradisi ini menjadi momentum yang dinantikan oleh seluruh warga Buyat setiap tahunnya,” ujar Salman Mokoagow saat dihubungi via seluler belum lama ini.

Salman menuturkan, di hari kedua lebaran, para bapak-bapak di Buyat memimpin dengan membawa semangat kebersamaan dan kehangatan dalam setiap kunjungan ke rumah-rumah warga.

Kata dia, mereka memberikan doa-doa juga nasihat-nasihat bijak kepada pemuda-pemuda yang hadir, mengingatkan akan pentingnya mempertahankan nilai-nilai tradisional dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, di hari ketiga lebaran, kaum ibu turut serta dengan menyajikan hidangan lezat khas lebaran kepada para tamu yang datang. Mereka mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan dan keharmonisan dalam keluarga serta komunitas.

Para pemuda Desa Buyat Bersatu silatuahmi ke rumah-rumah warga. (Istimewa)

“Pemuda-pemuda Buyat juga turut aktif dalam tradisi ini dengan membawa semangat keceriaan dan kreativitas. Mereka menghibur dengan pertunjukan seni budaya dan permainan tradisional yang memperkaya suasana silaturahmi,” ujar Salman Mokoagow.

Tradisi lebaran seperti ini, menurut Salman, tidak hanya mengikat hubungan antarwarga secara emosional, tetapi juga memperkuat solidaritas dan rasa kekeluargaan di tengah-tengah masyarakat Buyat Bersatu.

Diapun berharap dan percaya, bahwa dengan semangat dan penuh kehangatan serta kebersamaan seluruh warga, maka tradisi ini akan terus terjaga setiap tahunnya.

“Tradisi ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari identitas dan kehidupan sosial masyarakat Buyat yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal,” pungkasnya.

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"