Satu reseller jual beli arisan online jadi calon tersangka Polres Kotamobagu

Kapolres Kotamobagu AKBP Irham Halid, SIK., menggelar press confrence terkait perkembangan kasus jual beli arisan online (Foto: Istimewa)
banner 120x600

Kotamobagu, aksaranews.com Kepolisian Resor (Polres) Kotamobagu menggelar Press Conference terkait perkembangan kasus investasi bodong jual beli arisan online di Kota Kotamobagu, Selasa, 31 Mei 2022.

Dalam Konferensi Pers, Kapolres Kotamobagu AKBP Irham Halid, SIK., menyampaikan, sebanyak 8 Laporan Polisi yang ditangani oleh Polres Kotamobagu terkait kasus dengan sengaja tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen yang terjadi di wilayah hukum Polres Kotamobagu.

Kapolres mengatakan, berdasarkan Laporan Polisi terbaru Nomor : LP/B/342/V/2022/ SULUT/SPKT/RES-KTG tanggal 30 Mei 2022, dimana terungkap modus operandi perempuan berinisial MM alias Et selaku resseler jual beli arisan online.

MM alias Et dilaporkan telah menyebarkan berita bohong berupa angka list arisan dengan jangka waktu 14 hari jatuh tempo pembayaran dengan suku bunga 100%.

“Saat ini sudah ada 8 Laporan Polisi yang ditangani oleh Polres Kotamobagu terkait kasus dengan sengaja tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan,” kata Kapolres Irham Halid didampingi Wakapolres, Kasat Reskrim dan Kabag Humas.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, saat ini penyidik juga sudah melakukan pemeriksaan sebanyak 5 orang Saksi Korban serta melakukan pemeriksaan terhadap calon Tersangka MM alias Et selaku reseller.

Kapolres Irham Halid pun mengimbau kepada warga masyarakat untuk berhati-hati, mawas diri dan juga tidak menjadikan diri sebagai korban serta agar selalu waspada dengan modus-modus penipuan serupa.

Kepada MM selaku reseller saat ini dijerat dengan pasal 45 ayat (1) sub pasal 28 ayat (1) Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas undang-undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik atau pasal 378 KUHP jo pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Adapun untuk total kerugian yang dialami Korban Arisan bodong sampai sekarang kurang lebih mencapai ratusan juta rupiah. Kata Kapolres tak menutup kemungkinan akan terus bertambah tersangka jika ada laporan yang masuk ke Kepolisian.

Penulis/Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.