PT TBP dukung rehabilitasi mangrove sebagai Program TJSL

Penandatanganan kerja sama pihak-pihak pendukung program rehabilitasi mangrove sebagi bentuk dukungan untuk pelestarian lingkungan. (Istimewa)

Lebih jauh ia terangkan, pihaknya akan terus berkomitmen untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Hal ini terbukti dengan beberapa kegiatan yang telah dilakukan, seperti pembuatan terumbu karang buatan dan padang lamun yang memanfaatkan sisa hasil pengolahan berupa slag nickel dan FABA (fly ash bottom ash) menjadi kubus berongga untuk dijadikan karang buatan dalam rangka melestarikan terumbu karang, dan salah satunya adalah program penanaman mangrove.

“Sepanjang 2021 hingga 2022, total luas lahan mangrove yang telah direhabilitasi TBP sebesar 22,49 hektare yang tersebar di Pulau Obi dan Pulau Bacan, Halmahera Selatan,” terang Donald sembari menambahkan jika, pelestarian terumbu karang juga telah dilakukan di Pulau Obi, Maluku Utara.

Dia pun berharap, untuk pelestarian terumbu karang tersebut, dapat memberi keberhasilan, terutama meningkatkan nilai ekonomi sekaligus kondisi lingkungan sekitar area penempatan.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Nani Hendiarti mengatakan, Indonesia memiliki potensi yang besar terkait carbon credit khususnya pada area pesisir. Maka program rehabilitasi mangrove, menjadi penting untuk dilakukan, sebab kegiatan itu merupakan bagian dari pelestarian lingkungan.

“Indonesia memiliki hutan hujan tropis, lahan gambut, mangrove, rumput laut. Hutan mangrove Indonesia seluas 3,36 juta ha atau sama dengan 20% mangrove dunia, di mana mangrove merupakan bagian dari ekosistem blue carbon. Maka pelestarian lingkungan sangatlah penting dilakukan melalui program rehabilitasi mangrove,” kata Nani.

Nani mengungkapkan, pihaknya memiliki program besar mengenai mangrove sampai tahun 2024 nanti. Kata dia, merujuk peta mangove Nasional, ada restorasi pada ekosistem blue carbon.

“Kami rencanakan seluas 600.000 ha area direhabilitasi sampai dengan tahun 2024, merujuk pada peta mangrove nasional termasuk didalamnya ada restorasi pada ekosistem blue carbon,” ungkapnya.

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"