Pencurian Kabel Penyebab Utama Sering Padamnya Lampu Jalan di CBD Pulau Morotai

Pulau Morotai,aksaranews.com-Pemadaman Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan Central Business District (CBD) Pulau Morotai Provinsi Maluku Utara, belakangan ini kerap terjadi dan menjadi sorotan masyarakat. Kondisi gelap gulita di sejumlah titik dinilai sangat mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan pada malam hari. Pihak teknisi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akhirnya buka suara mengenai akar masalah yang membuat fasilitas publik ini sering tidak berfungsi.

Saat ditemui di lokasi perbaikan jaringan lampu jalan, tenaga teknisi DLH Pulau Morotai, Zulfikar Sarbin, mengungkapkan bahwa pencurian kabel menjadi penyebab utama gangguan yang terjadi. Menurutnya, kabel instalasi yang berbahan dasar tembaga kerap menjadi sasaran pencurian karena memiliki nilai jual yang tinggi di pasar barang bekas.

“Banyak kabel lampu jalan dicuri karena isi kabelnya tembaga. Ada kabel lampu hias yang hilang sekitar 100 meter, bahkan di samping area mall juga lebih dari 100 meter kabel hilang,” ungkap Zulfikar, Sabtu (23/5/2026).

Ia menjelaskan, hilangnya kabel dalam rentang jarak yang cukup panjang tersebut berdampak langsung pada kinerja jaringan. Akibatnya, puluhan titik lampu jalan di sepanjang jalur tersebut otomatis mati dan tidak dapat menyala. Hal inilah yang kemudian menciptakan kondisi gelap di kawasan pusat kegiatan ekonomi dan masyarakat Pulau Morotai.

Selain ulah pencuri, Zulfikar juga menyebutkan faktor lain yang merusak jaringan penerangan. Kerusakan juga sering terjadi akibat dampak kebakaran yang terjadi di sekitar jalur instalasi listrik. Karena sebagian besar kabel ditanam di bawah tanah, panas dan api yang menjalar ke area tersebut merusak lapisan isolator dan penghantar listrik di dalamnya.

“Sebagian jaringan rusak karena dampak kebakaran di samping jalan. Karena jaringan kabel lampu jalan itu ditanam dari bawah, jadi ketika api menyambar, kabel ikut rusak,” jelasnya.

Menghadapi permasalahan yang berulang ini, Zulfikar menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Tim teknisi DLH terus bergerak melakukan pengawasan rutin serta perbaikan pada setiap titik yang mengalami kerusakan. Namun, tantangan besar muncul ketika kerusakan atau kehilangan kabel terjadi dalam jumlah besar dan berulang.

“Kami juga bukan diam. Kami selalu bekerja dan mengawasi penerangan jalan supaya tetap sesuai yang diharapkan masyarakat. Tapi memang kendalanya kabel sering dicuri, jadi itu sangat mempengaruhi jaringan dan lampu yang padam,” tegasnya.

Hingga saat ini, perbaikan masih dilakukan secara bertahap mengingat luasnya cakupan kerusakan dan keterbatasan yang dihadapi tim lapangan. Pihak DLH berharap masyarakat ikut mengawasi dan melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar instalasi lampu jalan agar fasilitas publik ini dapat berfungsi maksimal kembali.

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"