Pemerintahan Sehan – Rusdi Raih Dua Penghargaan, Opini WTP dari Kemenkeu RI dan Terbaik II Pengelolaan Dana Desa

Pjs Bupati Boltim, Christiano E. Talumepa saat menerima penghargaan Opini WTP dari Kemenkeu yang diserahkan oleh Pjs Gubernur Sulut, Agus Fatoni. (Foto Istimewa)

Boltim, Aksaranews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang mongondow timur (Boltim) dibawah kepemimpinan Bupati dan wakil Bupati Sehan Salim Landjar dan Rusdi Gumalangit kembali menorehkan prestasi dengan meraih dua penghargaan sekaligus di akhir masa kepemimpinannya di tahun 2020, bertempat di hotel Four Points Manado, Selasa (01/12/2020).

Dua penghargaan tersebut yakni Opini WTP dari Kemenkeu RI yang ditandatangani langsung Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, dan Pemkab Boltim meraih peringkat dua dalam kategori pengelolaan dana desa (DD) terbaik tahun anggaran 2020 yang diberikan Kemenkeu Direktorat Jendral Perbendaharaan Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulut, Muhdi.

Penghargaan Opini WTP dari Kemenkeu Sri Mulyani diserahkan oleh Penjabat Gubernur Sulut Agus Fatoni dan diterima langsung oleh Penjabat sementara (Pjs) Bupati Boltim Christiano E. Talumepa, SH M.Si.

“Saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang setinggi tingginya kepada Direktorat Jenderal Penbendaharaan Provinsi Sulut yang telah memberikan penghargaan kepada Pemkab Boltim, dan ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk mengelola Dana Desa dengan lebih baik lagi,” ujar Christiano Talumepa yang juga menghadiri acara penyerahan DIPA & Daftar Alokasi TKDD Tahun Anggaran 2021.

Kata Talumepa, daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) adalah dokumen APBN yang sangat penting karena menjadi acuan bagi para menteri, pimpinan lembaga dan kepala daerah dalam pelaksanaan program pembangunan dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat .

“Penyerahan DIPA dan TKDD ini lebih awal dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi secara lebih cepat, sehingga saya memberi apresiasi,” tandas Christiano Talumepa.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Sulut Agus Fatoni menyampaikan bahwa, terjadinya pandemi Covid di dunia dan Indonesia khususnya membuat pertumbuhan ekonomi kita minus bahkan terpuruk sehingga penerimaan negara dan pendapatan daerah berkurang.

“Untuk itu dibutuhkan kerjasama semua pihak untuk tetap melaksanakan penerapan protokol kesehatan penangan covid 19 3M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer,” pungkas Fatoni. (*)

Redaksi/AN

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"