Pemda Bantaeng raih tiga penghargaan dari BKKBN pusat

  • Whatsapp

Bantaeng, aksaranews.com – Pemerintah Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil meraih sebanyak tiga peghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia (BKKBN RI).

Adapun ketiga penghargaan yang berhasil diraih yakni, Manggal Karya Kencana (MKK) Pemerintah Bantaeng, Tingkat Nasional Lomba Konten Video Kreatif kepada Penyuluh KB Kabupaten Bantaeng yaitu Saudara Syafriadi, S.Sos, dan Apresiasi dari BKKBN kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun wartawan aksaranews.com, penghargaan tersebut diberikan saat pelaksanaan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28 tahun 2021 yang berlangsung secara Virtual diruang Pimpinan Bupati Bantaeng, Selasa (29/06/2021).

Kegiatan yang diikuti oleh Bupati Bantaeng Dr. H. Ilham Azikin bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkominda) tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin bersama sejumlah Menteri terkait dan Kepala BKKBN pusat.

Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin dalam sambutannya menyampaikan bahwa, peringatan Harganas adalah momen untuk merefleksikan pentingnya institusi terkecil dalam suatu masyarakat, yaitu keluarga.

“Suatu bangsa, suatu negara, atau masyarakat luas tidak akan memiliki populasi yang produktif jika para keluarganya tidak berkualitas,” cetus Ma’ruf Amin.

Kegiatan yang mengambil tema ‘Keluarga Keren Cegah Stunting’ itu menurut Ma’ruf Amin sangat penting diikuti, sebab selain membahas soal tata cara pencegahan maupun penanganannya, juga menyangkut tumbuh kembang seorang anak.

“Sebagaimana diketahui, Stunting adalah istilah medis untuk menunjukkan kondisi anak kerdil dan pendek. Ketika anak gagal tumbuh, dalam usia di bawah lima tahun (balita) karena kekurangan gizi kronis,” tukas Ma’ruf Amin.

Dirinya menjelaskan, stunting juga dapat disebabkan karena infeksi penyakit yang terjadi berulang kali pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dalam rentang usia 0-23 bulan. Seorang anak tergolong stunting jika panjang atau tinggi badannya di bawah minus standar deviasi panjang atau tinggi anak-anak sebayanya.

Lebih lanjut ia tuturkan bahwa, peran keluarga juga sangat penting dalam pencegahan stunting. Bahkan menurutnya, keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang berperan sangat besar.

“Keluarga menjadi sekolah pertama dalam menyiapkan generasi yang akan datang. Keluarga adalah jaminan generasi penerus bangsa ini menjadi baik,” tutur Ma’ruf Amin tegas.

Dirinya pun mendorong agar BKKBN dapat memastikan pembangunan keluarga berjalan sesuai harapan, dengan terciptanya keluarga yang berkualitas, sehat, sejahtera, mandiri, dan bertakwa kepada Tuhan YME.

“Keluarga juga harus berperan aktif dalam penanggulangan stunting. Tidak cukup pemerintah saja yang bergerak,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ma’ruf Amin juga menyentil kasus penyebaran pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang terus mengalami peningkatan belakangan ini. Dirinya mengingatkan untuk menjaga disiplin porotokol kesehatan dengan terus menerapkan 5M.

“Hari ini juga dilakukan peluncuran vaksin Covid-19 bagi ibu hamil, menyusui dan anak usia 12-17 tahun. Ini merupakan upaya kita bersama untuk menghentikan laju penyebaran Covid-19 agar pandemi ini segera berakhir,” kata Ma’ruf Amin.

Sejalan dengan itu, Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo mengungkapkan bahwa, pihaknya memiliki target untuk menurunkan kasus stunting hingga diangka 14 pada tahun 2024 nanti. Untuk itu, BKKBN sendiri saat ini mulai melakukan langkah-langkah guna menyiapkan calon-calon ibu untuk di skrining agar ketika hamil, kondisi tubuh sehat, melahirkan anak yang sehat, dan tidak stunting.

“BKKBN juga melakukan pendataan keluarga sebanyak 71 juta lebih keluarga untuk mencegah terjadinya stunting. Maka dari itu, tema Harganas ke-28 tahun 2021 ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi stunting di Indonesia,” ungkapnya.

Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi

Pos terkait