Boltim, aksaranews.com — Musibah bencana banjir yang melanda Desa Motongkad Utara, Kecamatan Motongkad Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menyisahkan trauma bagi warga setempat.
Pasalnya, cuaca yang tidak menentu saat ini membuat warga yang tinggal di bantaran sungai lonsiow Motongkad Utara enggan membersihkan kotoran sisa pasca banjir beberapa hari lalu.
Apalagi tanggul penahan sungai sempat jebol pasca banjir, sehingga tidak menutup kemungkinan jika hujan deras air pasti akan masuk ke halaman rumah mereka.
Salah satu korban banjir yang kehilangan tempat tinggal, Efendi Mamonto (62) warga dusun IV Desa Motongkad Utara saat ditemui sedang duduk di halaman rumah iparnya.
Kepada jurnalis aksaranews.com, Efendi Mamonto berharap rumahnya bisa dibangun kembali walaupun hanya ukuran seadanya.
“Jika memang sebentar ada bantuan berupa bangunan, pondasinya saya minta dikasih tinggi, minimal 1,5 meter. Itu kalau datang banjir, air sudah tidak bagaimana,” ucap Efendi Mamonto.
Efendi bercerita, saat kejadian rumahnya terbawa air bah sungai lonsiow dan sempat menutupi badan jalan trans sulawesi sampai malam hari, hingga mengakibatkan kemacetan panjang.
“Banyak kendaraan tak bisa lewat, terpaksa saya sampaikan ke Sangadi (Kepala Desa), walaupun kerugian saya cukup besar, dan kendaraan tidak bisa lewat maka dipotong aja dan dibongkar rumahnya,” ucap Efendi dengan raut wajah sedih.
Efendi yang berprofesi sebagai petani dan buruh kelapa saat ini tinggal sementara di rumah saudara dari almarhumah istrinya Nuraina Patamat.
Sementara rumah panggung miliknya yang ia tempati sejak tahun 2008 silam belum diketahui kapan akan dibangun kembali.
“Rumah itu saya tukar guling dengan pohon kelapa sebanyak 109 pohon pada tahun 2008, sudah 14 tahun saya tempati bersama istri (Almarhum) dan keenam anaknya,” terangnya.
Ia menambahkan, semoga Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Desa bisa memberikan bantuan untuk membangun rumahnya kembali.
Sementara itu, Kepala desa (Sangadi) Motongkad Utara, Abd. Haris Mokoagow, mengatakan telah berkoordinasi dengan BPD desa setempat untuk rencana akan menanggulangi rumah korban terdampak banjir akibat hanyut dan rusak parah.
“Jadi rencananya akan dianggarkan melalui dana desa tahap dua. Anggarannya sekitar Rp.20 juta, jadi 2 rumah bantuan Rp.40 juta, kita akan minta petunjuk Dinas PMD terlebih dahulu, kalau bisa mei sudah bisa cair,” kata Mokoagow.
Selain bantuan melalui dana desa, pihaknya juga akan memberikan bantuan bahan bangunan yang telah diserahkan oleh beberapa donatur yang saat ini ditamping di kantor Desa.
Pewarta: Riswan | Editor: Redaksi













