Kupang, aksaranews.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid meminta seluruh pegawai Kementerian ATR/BPN menjadikan masyarakat sebagai poros pelayanan pertanahan.
Nusron menyampaikan arahan tersebut saat memberikan pembinaan kepada jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (4/8/2026). Ia menekankan pentingnya kepastian waktu, prosedur yang mudah, serta penyelesaian layanan yang cepat.
“Kita ini pelayan publik. Namanya pelayan, ibarat orang jualan, pembeli adalah raja. Ukurannya jelas, yaitu kepastian dan kepuasan. Kalau ada masalah, jangan menggunakan sudut pandang petugas. Gunakan sudut pandang masyarakat pemohon,” ujar Menteri Nusron.
Menurut Nusron, tingkat kepuasan masyarakat menjadi salah satu ukuran kualitas pelayanan pemerintah. Karena itu, setiap aturan dan prosedur pertanahan harus sederhana, jelas, serta dapat diterapkan secara efektif di lapangan.
“Kalau Bapak/Ibu naik pesawat, kalau pesawatnya enak, nyaman, itu kan ada kepuasan. Pelayanan publik juga sama. Yang kita ukur adalah apakah masyarakat yang kita layani merasa puas dengan layanan yang diberikan,” tutur Menteri Nusron.
Perluas Pengukuran Terjadwal
Sebagai bagian dari transformasi pelayanan, Kementerian ATR/BPN menerapkan Pengukuran Terjadwal dan mempercepat layanan Peralihan Hak.
Di NTT, Pengukuran Terjadwal telah diterapkan di Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Kupang. Penerapan layanan tersebut akan diperluas secara bertahap ke tujuh Kantah lainnya di NTT.
Kepala Kanwil BPN Provinsi NTT I Ketut Gede Ary Sucaya mengatakan pihaknya juga telah menjalankan pilot project layanan Peralihan Hak di Kantah Kota Kupang.
“Untuk Pengukuran Terjadwal, kami sudah implementasi di Kantah Kota Kupang, dan akan menyusul pada bulan ini di tujuh Kantah lainnya. Sementara, untuk layanan Peralihan Hak juga sudah ada pilot project, di Kantah Kota Kupang juga,” ungkap I Ketut Gede Ary Sucaya.
Nusron meminta jajaran BPN terus mengevaluasi pelaksanaan layanan agar transformasi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Nusron didampingi Direktur Jenderal Tata Ruang Suyus Windayana, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Achmad, Kepala Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Manajemen Risiko Einstein Al Makarima, Direktur Survei dan Pemetaan Tematik Agus Apriawan, serta Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik Rahmat Sahid.













