Ini kata wakil ketua DPRD Boltim soal tuntutan pendemo aliansi Simbalang

  • Whatsapp
Wakil ketua DPRD Boltim Muhammad Jabir saat menerima pendemo Aliansi Simbalang di deoan DPRD Boltim (foto: Hendri Mokodompit/aksaranews.com)

Boltim, aksaranews.com Aksi damai aliansi Simbalang, solidaritas masyarakat penambang melawan, yang turun ke jalan menggugat hak rakyat di depan gedung DPRD Boltim dibubarkan oleh pihak aparat penegak hukum, Jumat (27/08/2021).

Salah satu tuntutan massa aksi damai yang belum sempat tersampaikan ke para wakil rakyat adalah mendesak lembaga tersebut membuat regulasi tentang penambang lokal.

Bacaan Lainnya

Menanggapi aspirasi aliansi Simbalang, Wakil Ketua DPRD Boltim Muhammad Jabir yang sempat menemui para massa aksi demo memberikan kesempatan 5 perwakilan massa aksi untuk menyampaikan aspirasi di gedung DPRD Boltim, namun massa aksi menolak.

Kepada media ini Jabir pun menjelaskan tuntutan massa aksi demo terkait Wilayah Pertambangan Rakyat, menurutnya sudah pernah membahas dan mengusulkan persoalan itu.

Hal ini kata Jabir agar penambang lokal dapat memanfaatkan kandungan alam di Boltim maka dibutuhkan legalitas. Salah satunya adalah dengan mengusulkan wilayah pertambangan rakyat (WPR) atas lokasi yang disinyalir mengandung mineral.

“Ini sudah pernah kita bahas, sudah sering saya sampaikan (ke eksekutif). Untuk (aspirasi usulan WPR) perlu kajian dan penelitian geologis, misalnya berapa deposit kandungan mineral di aeral itu, supaya masyarakat yang mengambang (ketika sudah WPR) tidak rugi,” jelas Jabir, di Kantor DPRD Boltim.

“(WPR) Sangat wajar diusulkan, jika ada peluang secara hukum untuk dilakukan, karena sayang kita daerah tambang kemudian tidak ada wilayah yang dapat dimanfaatkan masyarakat (secara legal),” tambahnya.

Adapun aksi damai yang dilakukan massa Aliansi Simbalang digelar sebagai bentuk protes terhadap tindakan penertiban sejumlah aparat Polres Boltim pada 18 Agustus 2021 lalu yang diduga penertiban tersebut disertai dengan pembakaran barak dan alat tambang milik para penambang.

Penulis: Riswan | Editor: Redaksi

Pos terkait