- Romain Sais sebagai bek tengah
Bek tengah Saiss tetap menjadi sosok penting di Maroko karena penampilan yang meyakinkan di lapangan.
Setelah enam musim membela Wolves, Saiss meninggalkan West Midlands menuju Istanbul pada musim panas ini dengan pindah ke Besiktas.
Bek kelahiran Prancis ini sudah bermain 63 kali sejak mendapatkan cap pertama pada 2012.
Namun, setelah lama terpinggirkan, penampilan pertamanya sebagai starter baru datang pada 2016.
Sejak itu, dia sudah memanapkan statusnya sebagai pemain bertahan reguler di lini belakang Maroko.
Dia sudah mengisi starting line-up 60 kali dan mengambil bagian dalam 35 pertandingan di mana menembak tak kebobolan.
Sebuah rekor yang seharusnya membuat para pendukung Maroko penuh dengan optimisme karena Saiss dan kawan-kawan akan berusaha menahan gempuran para pesaing mereka di Grup F.
Meskipun kompetisi terbaik sepak bola Turki mungkin tidak memiliki banyak prestise seperti Liga Premier Inggris, Saiss membawa kepemimpinan yang hebat dan tekad yang kuat di lapangan, kualitas yang membuatnya menjadi kunci bagi tim Afrika ini.
- Kiper Yasin Bounou
Pemain 31 Tahun dan menjadi penjaga gawang Sevilla FC ini adalah pemegang Trofi Zamora.
Penghargaan kepada kiper dengan rasio kebobolan gol per pertandingan terendah di kompetisi papan atas Spanyol.
Bounou memenangkan persaingan ketat dengan beberapa kiper tangguh dunia, termasuk Thibaut Courtois, Jan Oblak, dan Marc-Andre ter Stegen.
Untuk mendapatkan penghargaan bergengsi itu.
Kiper kelahiran Montreal mencatatkan penampilan pertamanya pada tahun 2013 ketika Rachid Taoussi menjadi pelatih Maroko.
Ia memilih mewakili negara asal orang tuanya, meskipun ada tawaran dari pembuat keputusan di Asosiasi Sepak Bola Kanada.
Sejak pertama kali merasakan bermain di Piala Dunia FIFA 2018, ia telah memantapkan dirinya sebagai andalan Maroko di bawah mistar.
Pada usia 31, Bounou diharapkan memimpin dari belakang dalam upaya untuk melumpuhkan penyerang-penyerang bertalenta dari lawan-lawan Maroko di Grup F.
Meskipun untuk pertama kalinya Bounou menuju Piala Dunia sebagai pemain nomor satu Singa Atlas yang tak tergoyahkan, ia telah mencatatkan 43 caps internasional di semua kompetisi
Dia hanya kebobolan 22 gol untuk tim nasional dan mencatatkan 26 clean sheet.
Sementara itu, ia telah menunjukkan kemampuannya di kompetisi teratas Spanyol, mencatatkan rata-rata 2,5 penyelamatan per game, atau sama dengan tingkat keberhasilan penyelamatan 76 persen. (***)












